
google webmaster tools,

Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian ditulis pada abad ke-15 pada daun lontar dan nipah, menggunakan bahasa dan aksara Sunda Kuna. Naskah ini berisi nasihat mengenai etika dan budi pekerti Sunda, yang disampaikan Rakyan Darmasiksa (Prabu Resi Guru Darmasiksa), Raja Sunda Galuh Pakuan ke-25, memerintah selama 122 tahun (12 tahun di Saunggalah Kuningan dan sisanya Pakuan Bogor), Penguasa Galunggung, kepada puteranya Ragasuci (Sang Lumahing Taman). Terjemahan Sanghyang Siksakandang Karesian diambil dari Buku : Sewaka Darma (Kropak 408), Sanghyang Siksakandang Karesian (Kropak 630), Amanat Galunggung (Kropak 632), Transkripsi dan Terjemahan oleh Saleh Danasasmita, Ayatrohaedi, Tien Wartini, Undang Ahmad Darsa. Diterbitkan oleh Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Direktirat Jendral Kabudayaan Dep Pendidikan Dan Kebudayaan Bandung Tahun 1987. Naskah ini dibuat pada tahun 1518 M, memakai aksara Sunda kuno. selengkapnya...
Bentuk upacara adat yang hampir sama dengan Upacara Ngalungsur di Makam Keramat Godog yaitu dengan "menurunkan" benda-benda pusaka leluhur. Bedanya kalau ini tidak sekedar acara seremonial saja tapi lebih menekankan pada acara ritual ruhani Ijazahan ( Menurunkan Ilmu Kalimbanganan ) yang di turukan oleh Imam adat pada malam hari jam 12 tepat tgl 14 mulud setiap tahunnya dikampung Cibalampu Limbangan-Garut. Tiap tahunnya diikuti oleh puluhan ribu jama'ah dari pelbagai pelosok daerah kalau istilah limbangan ngabungbang. selengkapnya...
ORANG Sunda itu unik. Mereka menerima pluralitas dan sangat terbuka. Orang Sunda termasuk masyarakat yang selalu siap menerima perubahan konstruktif. Jika demi kemajuan, tanpa ragu mereka akan melaksanakannya dengan disiplin. Ketika pemerintah Hindia Belanda pada pertengahan abad XIX menetapkan aksara Walanda (Latin) sebagai pengganti huruf Arab, masyarakat menerimanya tanpa protes yang berarti (Mikihiro Moriyama, 2005). selengkapnya...
Nu ngagem: Urang Sunda Kanekes (ngaran topna: Baduy). Kanekes teh ngaran hiji tempat di Banten. Ngaran Agama & Kapercayaan: Sunda Wiwitan. Wiwitan teh hartina mimiti, asal, poko, jati. Ngaran sejen: Sunda Asli, Jatisunda (jati, sanes mahoni) Ngaran Pangeran: Sang Hiyang Keresa (Nu Maha Kuasa), Nu ngersakeun (Yang Maha Menghendaki). Sebutan sejen: Batara Tunggal (Tuhan Yang Maha Esa), Batara Jagat (Tuhan Penguasa Alam) Batara Seda Niskala (Tuhan Yang Maha Gaib) selengkapnya...
KETIKA Kerajaan Tarumanegara Tatar Sunda berada di bawah pemerintahan Kretawarman (561-628 M), sekira abad ke-7 Masehi, di belahan dunia lain, para missionaris Columba membawa agama Kristen ke Skotlandia dan ke Inggris bagian Utara. Sementara Agustin dari Centerbury menyebarkannya ke arah Utara dan Barat Kent. selengkapnya...
Kalau kita membuka kamus bahasa Sunda, c?plak atau ny?plak mengandung arti mengeluarkan suara dari mulut ketika sedang makan. Tata cara makan seperti itu kalau buat orang Sunda dinggap tidak sopan. selengkapnya...
Merupakan seni pertunjukan atraksi kekebalan tubuh. Selain di Pameungpeuk, berkembang juga secara aktif selengkapnya...
Seni tradisional Cigawiran termasuk kelompok cabang seni Karawitan Sekar, selengkapnya...
Merupakan kesenian tradisional dari Kec. Samarang. Pencak silat ini tidak jauh berbeda dengan pencak silat yang ada, hanya selain mendemontrasikan jurus-jurus silat, selengkapnya...
HADRO adalah jenis kesenian perpaduan antara budaya Parahyangan dengan budaya Parsi atau Arab. Seni ini diperkenalkan oleh Kyai Haji Sura dan Kyai Haji Achmad Sayuti yang berasal dari Kampung Tanjung Singuru Samarang Kabupaten Garut sekitar tahun 1917. kehadirannya tentu saja mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Bojong. Maka tidak heran apabila perkembangannya sungguh sangat menggembirakan. selengkapnya...
Seni Gesrek disebut juga Seni Bubuang Pati (mempertaruhkan nyawa). Bila dikaji dengan teliti, seni Gesrek dapat dikatakan juga bersifat religius. Dengan ilmu-ilmu, mantra-mantra yang berasal dari ayat Al Qur?an pelaku seni ini bisa tahan pukulan, tidak mempan senjata tajam atau tidak mempan dibakar. Demi keutuhan/mengasah ilmu yang dimiliki pemain Gesrek selengkapnya...
DEBUS adalah salah satu jenis kesenian tradisional rakyat jawa Barat yang terdapat didaerah pamempeuk Kabupaten Garut ini tercipta kira ?kira di abad ke 13 oleh seorang tokoh penyebar agama islam ,pada waktu itu di daerah tersebut masih asing dan belum mengenal akan ajaran islam secara meluas. Tokoh penyebar agama islam disebut Mama ajengan . Nama ajengan berpikir dalam hatinya bagai manakah caranya untuk dapat menyebar luaskan atau mempopulerkan ajran agama islam karena pada waktu itu sangat sulit sekali karena banyak kepercayaan-kepercayaan dan agama lain yang di anut oleh masyarakat setempat. sedangkan ajaran agama islam pada waktu itu masih belum dipahami dan di mengerti maknanya . selengkapnya...
Kesenian tradisional BADENG diciptakan pada tahun 1800 yaitu di jaman Para Wali, kesenian ini mula-mulanya diciptakan oleh seorang tokoh penyebar agama Islam bernama ARFAEN NURSAEN yang berasal dari daerah Banten yang kemudian terus menetap di Kampung Sanding Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut, beliau dikenal masyarakat disana dengan sebutan LURAH ACOK. selengkapnya...
Kesenian Lais Diambil Dari Nama Seseorang Yang Sangat Terampil Dalam Memanjat Pohon Kelapa Yang Bernama ?Laisan? Yang Sehari-Hari Di Panggil Pak Lais. Lais ini Sudah Dikenal Sejak Aman Penjajahan Belanda. selengkapnya...
Kesenian Bangklung merupakan perpaduan dua buah kesenian tradisional, yakni Kesenian Terebang dan Kesenian Angklung Badud. Biasanya kesenian ini dipentaskan pada : selengkapnya...
Seni tradisional Surak Ibra dikenal juga dengan nama lain Boboyongan Eson. yang berdiri Sejak Tahun 1910 di Kampung Sindang Sari, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Kesenian Tersebut Hasil Ciptaan Raden Djajadiwangsa Putra Dari Raden Wangsa Muhammad (Dikenal Dengan Nama Lain Raden Papak). selengkapnya...
Atraksi seni yang menggunakan tetabuhan seperangkat kendang pencak silat dengan beberapa orang pendukungnya. Satu atau dua orang melakukan ibing pencak silat, juga terdapat delapan orang yang mengusung dua buah patung domba dari kayu yang bisa ditunggangi anak-anak dan dewasa. selengkapnya...
Hajat Laut Pakidulan merupakan pesta rakyat di pesisir pantai selengkapnya...
1.Kedatangan Tamu Mulai tanggal 10 Mulud tamu yang dari jauh sudah mulai datang ke Kampung Dukuh, sedangkan yang terakhir datang pada tanggal 13 Mulud, malah dari Kampung Luar Dukuh yang paling dekat datang pada sore hari menjelang Magrib ke Kampung Dukuh. selengkapnya...
1.Tanggal 11 Maulud tamu-tamu yang mau ikut upacara 12 Maulud dari luar Kampung Dukuh sudah datang ke Kampung Dukuh, sambil membawa peralatan yang mau di muludkan. selengkapnya...
Ziarah ke makam karomah dilaksanakan pada setiap hari Sabtu. Tamu yang datang mempunyai maksud berziarah, datang ke Dukuh di hari Jum?at atau hari sebelumnya. Untuk tamu yang datang di hari-hari sebelum Sabtu; seperti hari Rabu, Kamis, atau Jum?at harus menunggu sampai hari Sabtu, terutama tamu yang jauh atau yang dari luar propinsi Jawa Barat. Sedangkan tamu-tamu yang dekat kadang-kadang datangnya Sabtu pagi pada waktu ziarah. Sedatangnya ke Kampung Dukuh tamu langsung ke rumah Kuncen untuk menceritakan maksud kedatannganya, selebihnya tamu ada yang menginap dirumah Kuncen, tapi kadang-kadang ada juga yang dirumah masyarakat terdekat sebab di rumah Kuncen tidak tertampung. selengkapnya...
Ngalungsur ? atau Turun Zimat atau Pajang Jimat. Upacara Tradisional yang dilakukan antara tgl 12-14 Maulid ini pada intinya dimaksudkan sebagai ungkapan penghormatan dari masyarakat terhadap Sunan Godog, karena jasanya dalam menyebarkan agama Islam di daerah Garut. Ungkapan rasa hormat tersebut direalisasikan dengan cara ? ngamumule ? ( menjaga dan merawat ï´¿ benda-benda pusaka seperti berbagai bentuk dan jenis keris, Kitab Al- Quran, Cis, Skin dan sebagainya, yang dianggap sebagai peninggalan Sunan Godog, melalui upacara ? Ngalungsur ?. selengkapnya...
Upacara Seba adalah suatu pengabdian kepada seseorang yang berkedudukan tinggi dengan disertai penyerahan suatu yang baik. Adapun penyerahan itu ditujukan kepada arwah-arwah lelehur, yaitu selengkapnya...
Wacana kajian esoteris, menyelam ke kedalaman makna RONGGENG, dengan harapan bisa mengenal nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Seni Pertunjukan Rakyat Sunda ini khususnya lagi dalam sosok Penari Ronggeng. selengkapnya...
Upama urang miang ka Bali, Toraja, Minangkabau, Batak atawa Irian, kalawan gampang urang bisa ningal imah atawa wangunan anu has daerahna. Malah hal ieu jadi ciri mandiri (trade mark) pikeun daerahna masing-masing. Bangsa asing nu datang ka Indonesia, kacida katajina ku rupa-rupana arsitektur imah nu aya di Indonesia. selengkapnya...
Kunjungan resmi Dandim Garut dalam rangka peresmian mesjid Darul muhtadin Pontren Assunan Limbangan Garut, Jum'at 10 Pebruari tahun 2012