google webmaster tools,

SILSILAH RAJA-RAJA JAWA DWIPA

SILSILAH RAJA-RAJA JAWA DWIPA ( PAJAJARAN NAGARA) DIDIRIKAN PADA ABAD 12M MAHARAJARESI DHARMASIKSA / Dharmawangsa II / Anoesapati / Kuwu Tumapel ( Taruma Pamalayu ) / Mpu Kanwa / MAKKUTA WANGSANAGARA GALUNGGUNG

selengkapnya...

Sun, 22 Jul 2012 @00:56

Dalem Wirabangsa Limbangan Garut Jabar

Menurut Sajarah Limbangan, awalnya ( abad 16/17M - pen. ) Dalem Wirabangsa putra Dalem Tumenggung Jiwamerta atau Sunan Demang menikah dengan Nyi Rd. Ratnawulan putra dari Rd. Indrawilis, cucu dari Putri Ningrum Ratnawulan ( adik dari Prabu Siliwangi terakhir) / Patih Adnawisesa. Rd. Indrawilis makamnya di Pasir Paranje Desa Pasiwaru Kec. Limbangan. Rd. Indrawilis diwarisi gobang pusaka Ki Dongkol oleh ibunya ( Putri Ningrum Ratna Wulan ). Adapun gobang Nyi Rompang diberikan oleh ibunya kepada Rd. Adna Panjunan ( adik Patih Adnawisesa - Pen. ) ( Rd. Soemarna Wirasoedarma : 46).

selengkapnya...

Wed, 2 May 2012 @16:33

Embah Nuryayi Suci Garut Jabar

Menurut Sejarah Limbangan, bahwa pada awal abad 16 M daerah Godog Suci adalah pusat dari penyebaran agama Islam untuk untuk wilayah tatar Garut dan sekitarnya. Saat itu penyebaran agama Islam dilakukan oleh Raja Sangara bersama para pengikut setianya yang terdiri dari para bangsawan Sunda yang telah memeluk agama Islam, baik yangi ikut bersamanya selama di perjalanan dari Cirebon, maupun bangsawan dari daerah Godog Suci dan sekitarnya, seperti Dalem Pagerjaya, Sarepen Agung dll

selengkapnya...

Wed, 2 May 2012 @15:37

SEUWEU SIWI EMBAH NURYAYI ( Bag.1 )

Sejarah Keluarga Besar Embah Nuryayi atau Bani Nuryayi, diawali ketika Embah Nuryayi pertama kali menikah dengan kerabatnya, yaitu Nyimas Sompok putra Embah Selir. Menurut catatan KH Abdul Halim ( salah seorang cucu Embah Nuryayi ), bahwa Nyimas Sompok putra Embah Selir adalah masih keturunan Dalem Pagerjaya Godog. Setelah menikah dengan Nyimas Sompok, Embah Nuryayi menikah pula dengan isteri keduanya di Cimalaka Wanaraja Garut, yang menurut catatan KH Rd. Mamun ( Wanaraja ) bernama Nyimas Bathyah putra Rd. Jaya Mukaer ( keturunan Tumenggung Wangsanagara atau Sunan Cipacing putra Prabu Wijayakusumah atau Sunan Cipancar - Limbangan ).

selengkapnya...

Wed, 2 May 2012 @15:37

SEUWEU SIWI EMBAH NURYAYI ( Bag.2 )

Berdasarkan catatan KH Rd. Mamun Abdul Gani dan temuan penulis dari hasil silaturahmi ke beberapa tempat dan daerah, diriwayatkan bahwa KH Muh. Nursaid adalah putra Embah Nuryayi yang tinggal dan menetap di daerah Sagaranten Pasirjengkol Sukawening.

selengkapnya...

Wed, 2 May 2012 @15:36

SEUWEU SIWI EMBAH NURYAYI ( Bag.3 )

KH Muh. Arwah adalah putra Sembah Nuryayi. Beliau tinggal di daerah Ckalimeneng ( sekarang termasuk Desa Kec.Karangpawtan Garut ). Dari isteri pertamanya ( ? ), sebagaimana disampakan oleh KH Makinadin atau Ceng Makin putra Ahmad Husaeri dan Kyai Aep Saeful Millah putra buyut H. Sobandi , bahwa KH Moh. Ali Arwah dkaruniai 6 orang putra,diantaranya Ali Mursad dan Ali Irsad. Dan dari isteri keduanya yang bernama Ny.Onih, KH Muh. Arwah dikaruniai seorang putra, yaitu Ali Mustopa.

selengkapnya...

Wed, 2 May 2012 @15:35

Nami - nami karuhun / kasepuhan Limbangan Garut

Ass. Ini adalah nama-nama karuhun/kasepuhan Limbangan yang tersebar di berbagai tempat, sengaja saya postingkan buat temen-temen yang pingin tahu. Belum semua. . . tapi insya Allah kedepam saya tambah. Hatur nuhun semoga bermanfaat

selengkapnya...

Tue, 3 Apr 2012 @21:49

Kronologi Sejarah Sunda

Kata Sunda artinya Bagus/ Baik/ Putih/ Bersih/ Cemerlang, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah ada sejak jaman Salaka Nagara tahun 150 sampai ke Sumedang Larang Abad ke- 17, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun.

selengkapnya...

Mon, 11 Apr 2011 @19:59

Sejarah Sunda Pakuan Pajajaran

Nama Sunda mulai digunakan oleh Maharaja Purnawarman dalam tahun 397 M untuk menyebut ibukota kerajaan yang didirikannya. Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. Pustaka Nusantara, parwa II sarga 3 (halaman 159 - 162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam.

selengkapnya...

Mon, 11 Apr 2011 @19:54

SEKILAS SEJARAH SUNDA

Berdasarkan data dan penelitian arkeologis, Tanah Sunda telah dihuni oleh masyarakat Sunda secara sosial sejak lama sebelum Tarikh Masehi. Situs purbakala di Ciampe'a (Bogor), Klapa Dua (Jakarta), dataran tinggi Bandung dan Cangkuang (Garut) memberi bukti dan informasi bahwa lokasi-lokasi tersebut telah ditempati oleh kelompok masyarakat yang memiliki sistem kepercayaan, organisasi sosial, sistem mata pencaharian, pola pemukiman, dan lain sebagainya sebagaimana layaknya kehidupan masyarakat manusia betapapun sederhananya.

selengkapnya...

Sun, 30 Jan 2011 @21:21

Kisah Kewalian Syekh Magelung Sakti

Arifin Syam adalah putra dari kepala bagian pembesar istana dibawah kekuasaan Raja Hut Mesir, beliau sejak bayi telah ditinggalkan oleh ayah bundanya kehadirat Allah SWT, dan akhirnya dibesarkan oleh seorang muslim yang taat, disalah satu kota terpencil bagian negara Syam.

selengkapnya...

Sat, 1 Jan 2011 @21:28

Sangkuriang Kabeurangan

Cerita ini bermula pada zaman dahulu kala, dikala tanah Sunda kuno dikuasai oleh seorang Raja dan Ratu yang mempunyai putri cantik dan pintar bernama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi adalah putri yang manja tetapi pemarah. Alkisah dilain cerita, dinegeri khayangan seorang Dewa mendapat kutukan menjadi seekor anjing dan dibuang ke bumi. Suatu pagi yang cerah Dayang Sumbi sedang asyik

selengkapnya...

Sun, 5 Dec 2010 @22:25

Mundinglaya Dikusumah

Ini legenda, bukan sejarah. Suatu ketika, sebuah kerajaan menyelenggarakan sayembara untuk mencari jimat salakadomas. Tak ada yang tahu apa yang melatari penyelenggaraan sayembara itu. "Yang jelas, siapa saja yang berhasil menemukan jimat tersebut, bakal dinikahkan dengan putri raja. Di antara para peserta, terdapat dua ksatria kenamaan kala itu, Mundinglaya dan Ki Jongkrang Kalapitung," tutur A. Ali Suharna (64), tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Muka Payung. Kami bertemu di dangau (gubuk) Kp. Cibitung Desa Muka Payung, Kec. Cililin, Kab. Bandung, Kamis (14/6).

selengkapnya...

Sun, 5 Dec 2010 @22:22

Legenda Lutung Kasarung

Lutung Kasarung (artinya Lutung yang Tersesat) adalah legenda masyarakat Sunda yang menceritakan tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet). Dalam perjalanannya di Bumi, sang lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki, Purbararang. Lutung Kasarung adalah seekor mahkluk yang buruk rupa. Pada akhirnya ia berubah menjadi pangeran dan mengawini Purbasari, dan mereka memerintah Kerajaan Pasir Batang dan Kerajaan Cupu Mandala Ayu bersama-sama.

selengkapnya...

Sun, 5 Dec 2010 @22:20

Perang Bubat

Perang Bubat adalah perang yang terjadi pada masa pemerintahan raja Majapahit, Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada yang saat itu sedang melaksanakan Sumpah Palapa. Persitiwa ini melibatkan Mahapatih Gajah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat pada tahun 1357 M. Peristiwa ini diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan raja Hayam Wuruk terhadap putri Citraresmi karena beredarnya lukisan putri Citraresmi di Majapahit yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, Sungging Prabangkara.

selengkapnya...

Sun, 5 Dec 2010 @22:17

Paham Kekuasaan Sunda

KEKUASAAN kurang lebih berarti kemampuan, kesanggupan, kekuatan, kewenangan untuk menentukan. Kekuasaan meliputi wilayah keluarga, kampung, negara, lembaga. Dalam pengertian kebudayaan, wilayah-wilayah kekuasaan tadi menampakkan pola-pola yang sama. Pengaturan kekuasaan dalam keluarga, dalam kampung, dalam kerajaan sama. Itulah pola kekuasaan yang menampakkan dirinya dalam berbagai hasil budaya Sunda. Namun, kebudayaan sebagai cara hidup kelompok itu berubah terus. Apa yang akan diuraikan di sini berdasarkan artefak-artefak budaya yang sudah ada, jadi agak kesejarahan, dalam arti telah terjadi

selengkapnya...

Tue, 19 Oct 2010 @00:13

Salaka Domas dan Salaka Nagara

Peradaban "Sunda" telah ada antara 30.000 - 12.000 tahun sebelum Masehi, jauh lebih tua dari peradaban bangsa Mesir (6000 SM). Namun demikian perlu dipahami terlebih dahulu bahwa istilah "SUNDA " sama sekali bukan nama etnis (suku) yang tinggal di Jawa Barat, sebab Sunda merupakan nama wilayah besar yang ditimbulkan oleh adanya ajaran "SUNDAYANA " (yana=ajaran) yang disebarluaskan oleh Maharaja Resi Prabhu Sindhu-La-Hyang (bapak dari Da Hyang Su-Umbi =Dayang Sumbi). Inti ajaran Prabhu Sindhu atau Sintho (di Jepang) dan di India menjadi HINDU (Hindus) adalah ajaran 'budhi-pekerti ' dan ketata-negaraan yang disebut sebagai La-Hyang Salaka Domas dan La-Hyang Salaka Nagara .

selengkapnya...

Mon, 18 Oct 2010 @18:40

Sejarah Kerajaan-kerajaan Klasik di Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia

Dalam buku ini Paul M. Munoz mencoba menawarkan pandangannya yang cukup komprehensif mengenai perkembangan peradaban kerajaan-kerajaan di Kepulauan Nusantara Barat dari sejak zaman Kepulauan ini mulai menunjukan tanda-tanda dihuni manusia hingga masa awal penyebaran Islam. Kepulauan Nusantara secara strategis terletak di antara jalur transportasi yang ramai antara kerajaan-kerajaan di tanah Cina dan India. Karena posisinya ini, sejarah kerajaan-kerajaan di Kepulauan Nusantara sedikit banyak dipengaruhi oleh kejadian-kejadian peperangan dan kebijakan politik kerajaan di tanah India, Cina, dan Indocina.

selengkapnya...

Mon, 18 Oct 2010 @18:23

Babad Limbangan

Pada zaman dahulu kala Prabu Layaran Wangi (Prabu Siliwangi) dari kerajaan Pakuan Raharja mempunyai seorang pembantu bernama Aki Panyumpit. Setiap hari Aki Panyumpit diberi tugas berburu binatang dengan menggunakan alat sumpit (panah) dan busur. Pada suatu hari Aki Panyumpit pergi berburu ke arah Timur. Sampai tengah hari ia belum memperoleh hasil buruannya, padahal telah banyak bukit dan gunung didaki. Sesampainya di puncak gunung, ia mencium wewangian dan melihat sesuatu yang bersinar di sebelah Utara pinggir sungai Cipancar. Ternyata harum wewangian dan sinar itu keluar dari badan seorang putri yang sedang mandi serta mengaku putra Sunan Rumenggong, yaitu Putri Rambut Kasih penguasa daerah Limbangan.

selengkapnya...

Tue, 21 Sep 2010 @23:19

Sejarah Penggunaan Bahasa Sunda

Bahasa Sunda sebagai bahasa resmi pernah mandeg ketika tatar Sunda menjadi bawahan Mataram, pada Jaman Amangkurat I sedikit-demi sedikit diserahkan kepada Belanda. Pada amasa itu bahasa Sunda hanya digunakan sebagai bahasa lisan bahasa sehari-hari, sedangkan bahasa formalnya menggunakan bahasa Jawa, Konon kabar sejak abad 17 (Jatuhnya Pajajaran), di tatar Sunda menggunakan naskah-naskah berbahasa dan beraksara Jawa, berbahasa dan beraksara Arab, serta berbahasa Jawa dan beraksara Pegon.

selengkapnya...

Wed, 15 Sep 2010 @19:01

Sejarah Sunda Terkuak

Prasasti koleksi Museum Adam Malik Jakarta, ikut memperkuat dugaan adanya kesinambungan Kerajaan Pasundan dengan Kerajaan Mataram Hindu di Jawa Tengah. Bahkan bila dikaitkan dengan temuan - temuan prasasti di Jawa Barat termasuk temuan tahun 90-an, prasasti ini ikut memberi titik terang sejarah klasik di Tanah Pasundan yangselama ini masih gelap.

selengkapnya...

Wed, 15 Sep 2010 @17:58

Sejarah Suku Sunda

Pada tahun 1998, suku Sunda berjumlah lebih kurang 33 juta jiwa, kebanyakan dari mereka hidup di Jawa Barat. Diperkirakan 1 juta jiwa hidup di propinsi lain. Berdasarkan sensus tahun 1990 didapati bahwa Jawa Barat memiliki populasi terbesar dari seluruh propinsi yang ada di Indonesia yaitu 35,3 juta orang. Demikian pula penduduk kota mencapai 34,51%, suatu jumlah yang cukup berarti yang dapat dijangkau dengan berbagai media. Kendatipun demikian, suku Sunda adalah salah satu kelompok orang yang paling kurang dikenal di dunia. Nama mereka sering dianggap sebagai orang Sudan di Afrika dan salah dieja dalam ensiklopedi. Beberapa koreksi ejaan dalam komputer juga mengubahnya menjadi Sudanese.

selengkapnya...

Wed, 15 Sep 2010 @16:56

Bubuka sajarah Sunda

Kata Sunda artinya Bagus/ Baik/ Putih/ Bersih/ Cemerlang, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah ada sejak jaman Salaka Nagara tahun 150 sampai ke Sumedang Larang Abad ke- 17, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun.

selengkapnya...

Mon, 13 Sep 2010 @09:17

Asal Mula Nama Garut

Sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Daendles dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan menurun hingga titik paling rendah nol dan bupatinya menolak perintah menanam nila(indigo). Pada tanggal 16 Pebruari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Raffles, telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan yang beribu kota di Suci. Untuk sebuah Kota Kabupaten, keberadaan Suci dinilai tidak memenuhi persyaratan sebab daerah tersebut kawasannya cukup sempit.

selengkapnya...

Fri, 9 Jul 2010 @23:42

Lasminingrat

Raden Ayu Lasminingrat, lahir di Garut tahun 1843. Ayahnya R.H. Muhamad Musa, penghulu Kabupaten Garut. Disebabkan pada waktu itu tidak ada sekolah untuk perempuan, beliau disekolahkan di rumah Kontroleur Levisan, orang Belanda teman orang tuanya. Di sanalah beliau bejar membaca, menulis, dan bahasa Belanda. Selain beliau pintar dan cerdas maka tidak aneh kalau beliau satu-satunya perempuan di Garut yang waktu itu sangat mahir berbahasa belanda.

selengkapnya...

Fri, 4 Jun 2010 @17:24

1 2 »

Tokoh Yg Terlupakan !
image

Mama Raden Kiayi Haji Syamsudin


Dari beliaulah lahir beberapa pesantren terkenal di Kab.Garut terutama di Kec. Limbangan & selaawi, Salah satunya Pesantren Assunan, Kudang, Ciseureuh, & Cikeused
Menu Utama

                   

Loading


Peresmian Mesjid Darul Muhtadin Pontren Assunan Padaleman Sunan Pancer Limbangan Garut 10/02/2012

A ssunan R adio F M.

              

        Photo Bupati Garut



 

Bookmark and Share




SLINK
Copyright © 2014 Yayasan Assunan Limbangan · All Rights Reserved
RSS Feed