google webmaster tools,

Embah Nuryayi Suci Garut Jabar

EMBAH NURYAYI

oleh Achmad Djubaedi pada 29 April 2012

Makam embah Nuryayi

 

Menurut Sejarah Limbangan, bahwa pada awal abad 16 M daerah Godog Suci adalah pusat dari penyebaran agama Islam untuk untuk wilayah tatar Garut dan sekitarnya.
Saat itu penyebaran agama Islam dilakukan oleh Raja Sangara bersama para pengikut setianya yang terdiri dari para bangsawan Sunda yang telah memeluk agama Islam, baik yangi ikut bersamanya selama di perjalanan dari Cirebon, maupun bangsawan dari daerah Godog Suci dan sekitarnya, seperti Dalem Pagerjaya, Sarepen Agung dll
Di daerah “Garut“ ( menurut Sejarah Godog – pen.) Raja Sagara terkenal dengan sebutan Prabu Kiansantang atau Sunan Rohmat Suci, putra Prabu Jaya Dewata/ Sri Baduga Maharaja/Prabu Siliwangi, Raja Pakuan Pajajaran 1482 – 1521 M. Beliau adalah paman dari Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati putra Syekh Syarif Abdullah dengan Nyimas Hj.Syarifah Mudaim ( Nyimas Rara Santang ).
Diantara salah satu bangsawan Sunda yang telah memeluk agama Islam dan juga masih termasuk pengikut setia Raja Sangara adalah Prabu Wijayakusumah atau Adipati Limansenjaya Kusumah ( Sunan Cipancar Limbangan ) putra Prabu Hande Limansenjaya, yang pada tahun 1525 M, menggantikan ayahnya sebagai penguasa Kerajaan Galeuh Pakuan (Limbangan ). Dan pada tahun itu pula Kerajaan Galeuh Pakuan berubah menjadi Kabupaten Limbangan. Yang menjadi Bhupatinya sebagaimana tercatat pada fatsal 8 no. 1, bundel 13 Preanger Regentschappen adalah Adipati Jaya alias Limansenjayakusumah/Sunan Cipancar, bupati Limbangan ( Galih Pakuan) …..".
Perjalanan dakwah Islam Raja Sangara dan para pengikutnya tersebut, dilakukan kearah Selatan, seperti Sancang ( Pameungpeuk ), Kandangwesi ( Bungbulang ), Timbanganten ( Tarogong-Leles ), Panembong ( Bayongbong ) dan Batuwangi ( Cikajang ).
Setelah Raja Sangara dan para pengikutnya wafat, penyebaran agama Islam dilanjutkan oleh para seuweu siwi Dalem Pagerjaya, Sarepen Agung dlsb. Pada abad 16/17 M di daerah Suci tak ada catatan tertulis tokoh Kyai/ulama, sebelum lahirnya Embah Nuryayi.
Pada tahun + 1700 M di daerah Suci lahir seorang putra dari salah seorang bangsawan Rancakalong Suci yang diberi nama “Nuryayi “yang selanjutnya para seuweu siwi menyebutnya “ Embah Nuryayi “.
Menurut catatan KH Abdul Halim putra KH Abdullah Mukilam, bahwa Embah Nuryayi adalah putra Dalem Puspadirana, salah seorang bangsawan dari Keluarga Besar Dalem Pagerjaya Godog Suci.
Ketika usia masih muda Embah Nuryayi pergi belajar dan berguru agama Islam kepada ulama/Kyai, yaitu Syekh Abdul Muhyi ( Pamijahan Tasikmalaya ).
Syekh Abdul Muhyi ( 1650 -1730 M ) yang saat itu terkenal sebagai seorang wali penyebar dan pengembang agama Islam di tatar pasundan, mulai dari Kuningan, Batuwangi sampai Pameungpeuk. Dan selanjutnya tahun 1689 – 1730 M, beliau tinggal dan menetap di Kampung Saparwadi Pamijahan Taskamalaya.
Menurut riwayat, disamping sebagai “ murid “ Syekh Abdul Muhyi, Embah Nuryayi juga berguru kepada Kyai Rd. Jafar Sidik atau terkenal dengan sebutan Syekh Wali Jafar Sidik ( Lahir 1695 – 1800 M ) di Cibiuk Tengah Kab. Limbangan ( sekarang termasuk Kec. Cibiuk Kab. Garut – pen.). Sumber lain meriwayatkan pula, bahwa beliau pernah menuntut ilmu keislaman di Cirebon, Ampel Surabaya, Ambon dan Ternate Maluku. Bahkankepergiannya ke Ambon dan Ternate itu disertai dengan gurunya Syekh Abdul Muhyi.
Setelah menamatkan pendidikannya, Embah Nuryayi pulang kembali ke desanya dan tampil menjadi sosok seorang Kyai/ulama yang berpengetahuan luas dalam bidang agama Islam. Kemudian selanjutnya beliau mendirikan pesantren di daerah Cibangban dan Rancakalong.
Sejak itulah nama Embah Nuryayi tampil dan terkenal di lingkungan Keluarga Besar Dalem Pagerjaya Suci khususnya dan umumnya umat Islam di sekitar wilayah yang sekarang termasuk wilayah Kab. Garut. Beliau saat itu tampil sebagai seorang da’i dan sebagai seorang Kyai/ Ulama dari daerah Suci, sejajar dengan tokoh-tokoh Kyai/ Ulama sejamannya, seperti Kyai Rd. Nurhasyim ( menantu Kyai Syekh Jafar Sidik ), Kyai Rd. Zakaria ( menantu Rd. Wiraha atau Dalem Tegaljati Pasiruncal Kr.Pawitan ), Kyai Rd. Fakroddin atau terkenal dengan sebutan Kyai Biru Sepuh ( leluhur Keluarga Besar Biru – Pen. ) dll.
Ada kemungkinan yang membentuk dan mewarnai sikap hidup Embah Nuryayi dalam berdawah atau mendidik para putra serta masyarakat Suci dan sekitarnya ( pada abad 18 M ) adalah dari ketiga tokoh Kyai/ Ulama terkenal di tatar Pasundan saat itu, yaitu Syekh Wali Jafar Sidik, Syekh Abdul Muhyi dan Syekh Maulana Mansur – Cikadueun Pandeglang.
Pada abad 19 dan 20 M penyebaran dan perkembangan Islam didaerah Suci dan sekitarnya, makin pesat setelah putra dan cucu Embah Nuryayi atau Bani Nuryayi mendirikan pula beberapa Pondok Pesantren baru antara lain : Fauzan, Suci Karangpawitan, Urug ( Bayongbong ), Kudang - Limbangan, Sindangkasih Kr. Pawitan, Tanjungpura Kr.Pawitan, Sukaraja Kr.Pawitan, Sumursari Sukawening, Sadang dlsb. disamping meneruskan dalam pengelolaan Pondok Pesantren peninggalan generasi – generasi sebelumnya seperti : Balong ( Suci ), Cibangban Karangpawitan , Fauzan - Sukaresmi dlsb.
Para ulama/kyai putra dan cucu Embah Nuryayi, dan umumnya para ulama/Kyai dari tatar Pasundan pada abad18/19 M hampir sebagian besar adalah alumni dari pesantren - pesantren terkenal di Jawa Timur bahkan ada pula yang pergi belajar ke Mekah dan berguru kepada ulama-ulama terkenal di kota tersebut ( baik ulama setempat atau ulama dari Indonesia sendiri ).
Begtu pula di daerah Limbangan, sepeninggal Adipati Limansenjaya atau Sunan Cipancar dan seuweu siwi penggantinya termasuk para Bhupati Kadaleman di beberapa wilayah Kadaleman atau para Bupati Limbangan, mulai dari Bupati Limbangan pertama Dalem Nayawangsa ( 1650 - 1678 M ) sampai Tumenggung Wangsakusumah II (1799 - 1811 M ), demikian pula setelah terbentuk Kabupaten Limbangan Garut ( 1813 M ) dan Kabupaten Garut ( 1913 M ) penyebaran dan perkembangan Islam makin pesat setelah para Ulama/Kiai keturunan Sunan Cipancar, banyak pula yang mendirikan beberapa Pondok Pesantren yang terkenal, misalnya Serang Cibiuk, Ciloa, Pulosari, Cikelepu, Balekambang, Wates, Cicadas, Cigawir, Lio, Cibalampu, Cileuleuy Malangbong , Sumursari Sukawening dan lain sebagainya.
Nama Embah Nuryayi semakin terkenal setelah para keturunan Embah Nuryayi ( terkenal dengan sebutan Bani Nuryayi ) berkembang dan menyebar ke berbagai daerah, khususnya Karangpawitan, Sukarame, Bayongbong, Sucinaraja, Wanaraja, Sukawening , Cibatu, Kersamanah, Limbangan dan daerah-daerah lainnya , bahkan hingga sampai ke kota-kota besar di Jawa Barat, Banten ( Cicalengka, Bandung,Majalaya, Sukabumi Cianjur, Purwakarta dll ) DKI Jakarta, Jawa Timur dan tempat/Propinsi/Negara lainnya.
Bila kita mengunjungi beberapa Pondok Pesantren misalnya Suci , Balong, Cibangban, Al Muhajirin dll ( Karangpawitan ), Riyadul Jannah Sadang ( Sucinaraja ), Sagaranten (Sukawening ), Keresek ( Cibatu ) , Kudang Limbangan, Hidayatul Faizin Urug (Bayongbong ), Faozan (Sukarame ), Salaman ( Sukarame ), Kudang Limbangan, Cipaku Pasirwangi, Malati Pasirwangi dan lain-lainnya di daerah Kab.Garut, ternyata hampir sebagian besar, baik langsung atau pun tidak langsung ada hubungannya dengan Bani Nuryayi, Seuweu Siwi Sunan Cipancar, Bani Fakih ( Keluarga Besar Biru ), Seuweu Siwi Sukapura dll.
Di beberapa Kecamatan di Kabupaten Garut, diantaranya juga masih ada hubungannya dengan Syekh Abdul Muhyi - Pamijahan, Syekh Jafar Sidik - Cibiuk ataupun Syekh Maulana Mansur - Cikadueun Banten dan lain sebagainya. Demikian pula beberapa Pondok Pesantren di luar Garut, misalnya Pondok Pesantren Santiong Cicalengka, Istiqlal Cianjur, Sukamiskin Bandung, An Nur Sukajadi Bandung, Minhajul Karomah Banjar, Tangerang dan lan-lainnya.
Perlu juga diketahui, bahwa di lingkungan Bani Nuryayi yang telah tersebar di pelbagai daerah dan kota banyak pula yang berprofesi di luar profesi Kyai/ulama. Mereka berperan di masyarakat sebagai guru,dosen, dokter, petani, pengusaha, buruh, PNS atau bahkan menduduki jabatan penting di pemerintahan, sebagai Bupati atau Gubernur dan lain sebagainya.
Selain itu di beberapa pondok pesantren selain diselenggarakan pendidikan salafiyah dan Madrasah Diniyah, juga diadakan pula jenjang pendidikan umum semacam Tk/RA, SMP/MTs dan SMA/ MA atau juga SMK.
KH Emuh Muhammad Qudsi menjelaskan kepada penulis, bahwa Embah Nuryayi dalam masa tuanya, tinggal bersama putra bungsunya di Rancakalong Suci Karangpawitan. Disinilah beliau meninggal dalam usia yang telah sepuh, dan dimakamkan didaerah Rancakalong Kelurahan Karangtengah Kec.Karangpawitan.
Kyai sepuh itu ( Embah Nuryayi ) telah lama wafat + 3 abad yang lalu, tetapi namanya masih dikenang dan disebut-sebut dalam do’anya para seuweu siwinya.
Kita para seuweu siwinya yang tergabung dalam Keluarga Besar Bani Nuryayi, akan selalu mengenang jasa-jasa Embah Nuryayi dan juga semua para sesepuh, putra, cucu dan seuweu siwinya yang telah wafat meninggakan saudara/kerabat dan lainnya.
Kita semua ( BANI NURYAYI generasi sekarang ), seiring dengan perjalanan waktu, pasti akan menjadi leluhur atau nenek moyang pula bagi anak cucu dan cicit kita di masa mendatang, generasi demi generasi.
Jaman dulu, sekarang dan yang akan datang adalah waktu. Waktu adalah bagian dari sejarah, ia tak pernah berhenti dan terus berjalan memutari porosnya. Tak lama setelah ini, kita akan melihat gerak laju, perputaran roda sejarah baru, bagi anak cucu kita di masa mendatang, yaitu sejarah kemuliaan dan keemasan umat , sebagaimana juga sejarah kejayaan dan kemuliaan Embah Nuryayi dan para sesepuh Bani Nuryayi yang telah menorehkan tinta emas, yang nanti akan dibaca dan dikenang pula oleh para seuweu siwinya.
Peranan dalam sejarah harus kita tentukan mulai dari sekarang. Kita tak bisa lagi membiarkan waktu berlalu tanpa pesan. Dan jejak-jejak kaki kita dalam mencipta sejarah, tentu saja sejarah yang cemerlang yang diingat dan dituturkan dengan bangga dan riang oleh anak cucu kita di masa ratusan tahun kedepan. Bukan riwayat atau sejarah yang diceritakan dengan mengenang segala keburukan dan keaiban kita. Naudzubillahimindzalik.
Yang perlu kita siapkan sekarang adalah konsolidasi kekuatan seluruh Seuweu siwi BANI NURYAYI dan Keluarga Besar sekeseler lainnya pada khususnya, umumnya seuweu siwi “ urang Sunda “ dan bangsa Indonesia dengan memperkuat tali ukhuwah, tali insaniyah dan silaturahim “paheuyeuk-heuyeuk leungeun " silih asah, silih asih dan silih asuh menciptakan persatuan dan kesatuan, demi masa depan perjalanan sejarah umat Islam Garut dan Jawa Barat pada khususnya, dan umumnya Sejarah Islam Indonesa.

-------------------------

Lanjutkan pada seuweu siwi embah Nuryayi (Bag.1) . . . .  KLIK DISINI

https://www.youtube.com/watch?v=2uEESi9O3pU&list=PL7iim_jrueDrO3YMKGFF9UNwLCLOuRKGW

Album " Muslim Bersaudara "  D'Sunan 2015
D'Sunan ad. group Musik Religi Progresif asal kota Limbangan Kab.Garut - Jabar Indonesia. Tahun berdiri malam rabu jam 9 malam 9 Desember 2014. Setelah sukses merilis album kompilasi Simphony Islam 2 melalui produsen Sebelas Studio & di distribusikan oleh Label Alfa Record Jkt. Kini sedang meliris album teranyar yaitu " Muslim Bersaudara ". - Judul Lagu. 1.  Muslim bersaudara  2. Sinar ilahi  3. Bersyukur  4. Indahnya berbagi  5. Ketika  6. Isi hati  7. Berdosa  8. Tuhan maha tahu - Dan ini ad. salah satu video klip dr album " Muslim Bersaudara " ==============================================================Aktifkan RBT / NSP  Muslim Bersaudara - D'Sunan. Dgn caraTelkomsel ketik symp08 sms ke 1212Indosat ketik symp08 sms ke 808XL / AXIS ketik symp08 sms ke 1818

https://www.facebook.com/DSunan-1614716622130400/

https://twitter.com/Dsunan_Band

Pengen Cepet Kaya KLIK DISINI

Wed, 2 May 2012 @15:37


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+3+0

Tokoh Yg Terlupakan !
image

Mama Raden Kiayi Haji Syamsudin


Dari beliaulah lahir beberapa pesantren terkenal di Kab.Garut terutama di Kec. Limbangan & selaawi, Salah satunya Pesantren Assunan, Kudang, Ciseureuh, & Cikeused
Menu Utama

 

Aktifkan RBT Muslim Bersaudara-D'Sunan. Dgn cara Telkomsel ketik symp08 sms ke 1212. Indosat ketik symp08 sms ke 808. XL / AXIS ketik symp08 sms ke 1818

Pingin Cepet Kaya KLIK DISINI


Loading

 

Peresmian Mesjid Darul Muhtadin Pontren Assunan Padaleman Sunan Pancer Limbangan Garut 10/02/2012

Kontak AdminWeb Klik Disini

        Photo Bupati Garut


 

Bookmark and Share

 

SLINK
Copyright © 2017 Yayasan Assunan Limbangan · All Rights Reserved
RSS Feed