google webmaster tools,

Samaun

Kecamatan : Cikelet
 
Nama Pemegang naskah : Aki Ebeng 
Tempat naskah : Desa Cikelet Kulon 
Asal naskah : warisan 
Ukuran naskah : 16.3 x 21 cm 
Ruang tulisan : 14 x 19 cm 
Keadaan naskah : hilang sebagian 
Tebal naskah : 72 Halaman 
Jumlah baris per halaman : 16 baris 
Jumlah baris halaman awal dan akhir : 14 dan 16 baris 
Huruf : Arab/Pegon 
Ukuran huruf : sedang 
Warna tinta : biru 
Bekas pena : tumpul 
Pemakaian tanda baca : ada 
Kejelasan tulisan : jelas 
Bahan naskah : kertas bergaris 
Cap kertas : tidak ada 
Warna kertas : putih 
Keadaan kertas : halus, agak tebal 
Cara penulisan : timbal balik 
Bentuk karangan : puisi 

Ringkasan isi : 

Nyi Siti Huna di negeri Mekah bersuamikan Ki Halid. Mereka masih menyembah berhala. Karena putranya yang sembilan orang itu perempuan semua, mereka selalu berdo?a agar dikaruniai anak laki-laki. Permohonan kedua suami istri itu dikabulkan, maka lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Samaun. Begitu anak itu dilahirkan, kemudian berlari keluar rumah dan bersujud kepada Allah sambil mengucapkan kalimat syahadat. Nyi Siti Huna sangat terkejut, apalagi ketika disuruh menyusu tidak mau bahkan berkata tidak mau menyusu karena ibunya seorang kafir. Demi kebahagiaan anaknya, Kemudian Siti Huna masuk Islam Dan mengucapkan syahadat. 
Di tempat tidur Samaun selalu bercakap-cakap dengan ibunya. Ki Halid melihat kenyataan bahwa anaknya baru tiga hari sudah dapat berbicara dan meminta agar ayahnya masuk Islam, maka Ki Halid pun masuk Islam dan mengucapkan syahadat. 

Nabi Muhammad mendengarkan ada anak yang baru dilahirkan sudah dapat berbicara dan kedua orang tuanya sudah masuk Islam, berkenan pergi melayat. Samaun dipangku dan dicium nabi Muhammad. Abu Jahal mendengar Nabi Muhammad telah melayat keluarga Ki Halid, berkenan pula pergi menengok Samaun. Akan tetapi, baru saja Abu Jahal masuk di pekarangan. Samaun berteriak-teriak mengancam sehingga Abu Jahal lari pontang-panting. Atas kelakuan Samaun semacam itu menimbulkan kemarahan Abu Jahal. Patih Surakah dimintai tolong oleh oleh Abu Jahal agar Nabi Muhammad dan samaun diusir dari Mekah. Ketika diadakan pembicaraan bagaimana caranya mengusir Samaun, ternyata tidak ada yang sanggup. Oleh karena itu Abu jahal meminta bantuan kepada Kin Wan raja di negeri Iskandar. 

Sebelum Kin Wan datang melapor ke Abu jahal akan menangkap Samaun dilewatinya rumah Samaun itu. Kin Wan terpancing pertengkaran mulut dengan Samaun sehingga kemudian berkelahi dan Kin Wan terbunuh. Rakyat Mekah geger menyaksikan Kin Wan terbunuh itu. Abu Jahal bertambah marah, dikumpulkannya tentara dan dikepungnya rumah Samaun. Akan tetapi setiap orang yang akan menangkap Samaun selalu mati terbunuh. 

Pada suatu ketika Samaun bertemu dengan Abu Jahal di pasar. Terjadilah percakapan yang tidak mengenakkan Abu Jahal, apalagi setelah Samaun berkata agar putrinya diberikan untuk dijadikan istri. Samaun masuk ke rumah Abu Jahal. Di rumah Abu Jahal Samaun menjumpai dua orang wanita dan satu diantaranya adalah putri Abu jahal, kedua orang wanita itu kemudian masuk Islam dan dibawa ke rumah Samaun. Abu Jahal bukan main berangnya, tetapi ia bingung pula memikirkan bagaimana cara mengusir Samaun dan nabi Muhammad. 

Tersebutlah di negeri Swara yang dirajai oleh Kobti mempunyai seorang putri bernama Siti mariyah, walaupun sudah dilamar olehbanyak raja, tetapi selalu ditolak oleh ayahnya, Siti Mariyah menyuruh orang untuk datang kepada Nabi Muhammad. Siti Mariyah meminta Nabi Muhammad agar datang melamarnya. Mula-mula Nabi Muhammad bingung, tetapi setelah mendapat restu dari Siti Aisyah, istrinya, dan pula setelah mendapat wahyu maka berangkatlah Nabi Muhammad berikut pengikutnya ke negari Swara. Raja Swara tidak senang atas kedatangan Nabi Muhammad itu dan terjadilah peperangan. Peperangan atas kedua belah pihak akhirnya dimenangkan oleh tentara Nabi Muhammad meskipun jumlah tentara Kobti lebih banyak. Samaun dalam peperangan ini bukan main berjasanya, bahkan Siti Mariyah putri raja Kobti pun dapat dibawa lari oleh Samaun, yang kemudian diserahkan kepada Nabi Muhammad. Raja Kobti berikut para pengawalnya mati terbunuh oleh Ali, sahabat Nabi. Para prajurit Kobti yang masih hidup bersama-sama Siti Mariyah kemudian masuk Islam. Seluruh harta kekayaan negeri Kobti dibawa ke negeri Mekah dan diperlakukan sebagai barang gonimah.

Fri, 4 Jun 2010 @19:01

Tokoh Yg Terlupakan !
image

Mama Raden Kiayi Haji Syamsudin


Dari beliaulah lahir beberapa pesantren terkenal di Kab.Garut terutama di Kec. Limbangan & selaawi, Salah satunya Pesantren Assunan, Kudang, Ciseureuh, & Cikeused
Menu Utama

 

Aktifkan RBT Muslim Bersaudara-D'Sunan. Dgn cara Telkomsel ketik symp08 sms ke 1212. Indosat ketik symp08 sms ke 808. XL / AXIS ketik symp08 sms ke 1818

 

Peresmian Mesjid Darul Muhtadin Pontren Assunan Padaleman Sunan Pancer Limbangan Garut 10/02/2012

Kontak AdminWeb Klik Disini

        Photo Bupati Garut

Bookmark and Share

SLINK
Copyright © 2018 Yayasan Assunan Limbangan · All Rights Reserved
RSS Feed