google webmaster tools,

Sajarah Turunan Timbanganten

Kecamatan : Bayongbong
 
Nama Pemegang naskah : Toha 
Tempat naskah : Desa Cikedokan 
Asal naskah : warisan 
Ukuran naskah : 21 x 29 cm 
Ruang tulisan : 19 x 27 cm 
Keadaan naskah : sebagian rusak 
Tebal naskah : 32 Halaman 
Jumlah baris per halaman : 17 baris 
Jumlah baris halaman awal dan akhir : 17 dan 14 baris 
Huruf : Arab/Pegon 
Ukuran huruf : sedang 
Warna tinta : hitam 
Bekas pena : agak tajam 
Pemakaian tanda baca : ada 
Kejelasan tulisan : jelas 
Bahan naskah : kertas tidak bergaris 
Cap kertas : tidak ada 
Warna kertas : kuning kecoklat-coklatan 
Keadaan kertas : halus 
Cara penulisan : timbal balik 
Bentuk karangan : prosa 

Ringkasan isi: 

Naskah ini berisi silsilah yang berhubungan dengan keluarga bangsawan Timbanganten dan Bandung. Pada umumnya silsilah tersebut diawali dari nabi Adam AS sebagai manusia pertama; kemudian melalui nabi Muhammad, Ratu Galuh, Ciung Manarah dan Prabu Siliwangi, Raja Padjadjaran. Ratu Galuh dianggap sebagai Raja pertama di Pulau Jawa. 

Keluarga Bangsawan Timbanganten muncul sejak Dalem Pasehan menjadi Ratu di Kadaleman Timbanganten. Wilayah Kadaleman Timbanganten sekarang mencakup wilayah Kecamatan Tarogong Kaler dan Kidul, Semarang, Leles dan Kadungora (Cikembulan). Dalem Pasehan adlah keturunan dari Ciung Manarah yang lahir di Mandala Putang. Ia pernah menjadi mertua Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi menikahi anaknya bernama Nyi Mas Ratna Inten Dewata. Sewaktu menjadi Ratu, Dalem Pasehan menyandang gelar Sunan Permana di Putang. Di akhir hayatnya, ia kemudian menjadi pertapa dan ?menghilang? (tilem) di Gunung Satriya. Sebagai pengganti yang menjadi Ratu adalah anaknya yang bernama Sunan Dayeuh Manggung yang dimakamkan di Dayeuh Manggung. Sunan Dayeuh Manggung wafat dan digantikan anaknya, Sunan Darma Kingkin yang makamnya di Muara Cikamiri. Setelah Sunan Darma Kingkin meninggal, maka Sunan Ranggalawe, putranya yang menggantikan dan beribukota di Korwabokan. Kemudian setelah Sunan Ranggalawe, berturut-turut yang menjadi Ratu di Timbanganten adalah Sunan Kaca (adik Ranggalawe), Sunan Tumenggung Pateon (menantu Sunan Kaca atau putra Sunan Ranggalawe), Sunan Pari (Ipar Sunan Pateon), Sunan Pangadegan (adik Sunan Pateon) yang dimakamkan di Pulau Cangkuang. 

Sunan Pangadegan meninggal, maka yang menggantikan adalah Sunan Demang. Sunan Demang sendiri meninggal (dibunuh) di Mataram, dan penggantinya adalah Sunan Sanugiren (kakak Sunan Demang). Selanjutnya yang menggantikan Sunan Sanugiren, putranya Demang Wirakrama. Demang Wirakrama setelah meninggal dimakamkan di Sarsitu dan digantikan oleh putranya, Raden Demang Candradita yang dikemudian hari menjadi penghulu Bandung. Meninggal di Cikembulan dan dimakamkan di Tanjung Kuning. Kakak Raden Demang Candradita, Raden Demang Ardisutanagara menjadi Dalem di Bandung dan setelah meninggal dimakamkan di astana Tenjolaya Timbanganten. 

Pengganti Demang Ardisutanagara adalah Dalem Tumenggung Anggadireja ?, setelah meninggal dikenal dengan sebutan Sunan Gordah, Timbenganten. Pengganti Sunan Gordah, putranya bernama Raden Inderanagara dan bergelar Tumenggung Anggadireja ??, ketika meninggal dimakamkan di astana Tarik Kolor Bandung. Tumenggung Anggadireja ?? meninggal digantikan petranya, Raden Anggadireja yang bergelar Dalem Adipati Wiratanukusuma ?. Dalem Adipati Wiratanukusuma ? meninggal dan dimakamkan di pinggir mesjid Tarik Kolor Bandung. Selanjutnya sebagai pengganti adalah putranya Dalem Dipati Wiratanukusuma ??. 

Dalem Dipati Wiratanukusuma ?? meninggal, maka yang menggantikan Raden Naganagara (putranya) serta bergelar Dipati Wiratanukusuma ???, tetapi tidak lama karena ia dibunuh Kolonial Belanda. Dipati Wiratanukusuma ??? digantikan putranya, Raden Rangga Kumetir dan bergelar Dalem Adipati. Sewaktu Dalem Adipati meninggal yang menggantikan adalah saudaranya, bernama Raden Kusumadilaga dan dikemudian hari ia bergelar Dalem Adipati Kusumadilaga Bintang. Selanjutnya dalam naskah ini diuraikan mengenai batas-batas wilayah Timbenganten, tanah Cihaur dan tanah ukur Pasir Panjang yang dibatasi Gunung Mandalawangi.

Fri, 4 Jun 2010 @18:57

Tokoh Yg Terlupakan !
image

Mama Raden Kiayi Haji Syamsudin


Dari beliaulah lahir beberapa pesantren terkenal di Kab.Garut terutama di Kec. Limbangan & selaawi, Salah satunya Pesantren Assunan, Kudang, Ciseureuh, & Cikeused
Menu Utama

 

Aktifkan RBT Muslim Bersaudara-D'Sunan. Dgn cara Telkomsel ketik symp08 sms ke 1212. Indosat ketik symp08 sms ke 808. XL / AXIS ketik symp08 sms ke 1818

 

Peresmian Mesjid Darul Muhtadin Pontren Assunan Padaleman Sunan Pancer Limbangan Garut 10/02/2012

Kontak AdminWeb Klik Disini

        Photo Bupati Garut

Bookmark and Share

SLINK
Copyright © 2018 Yayasan Assunan Limbangan · All Rights Reserved
RSS Feed