google webmaster tools,

Layang Buana Wisesa

Kecamatan : Sukawening
 
Nama Pemegang naskah : Adang 
Tempat naskah : Kp. Cieunteung Desa Mekarluyu 
Asal naskah : warisan 
Ukuran naskah : 16 x 21 cm 
Ruang tulisan : 15 x 17 cm 
Keadaan naskah : baik 
Tebal naskah : 79 Halaman 
Jumlah baris per halaman : 15 baris 
Jumlah baris halaman awal dan akhir : 14 dan 17 baris 
Huruf : Arab/Pegon 
Ukuran huruf : sedang 
Warna tinta : hitam 
Bekas pena : tumpul 
Pemakaian tanda baca : ada 
Kejelasan tulisan : jelas 
Bahan naskah : kertas bergaris 
Cap kertas : tidak ada 
Warna kertas : putih kecoklat-coklatan 
Keadaan kertas : tipis halus 
Cara penulisan : timbal balik 
Bentuk karangan : puisi 

Ringkasan isi : 

Konon ada dua orang kakak beradik bernama Buana dan Wisesa. Selam hidupnya antara keduanya selalu saling bertanya jawab masalah hidup dan mereka selalu berfikir mengenai nilai-nilai kehidupan. Buana bertempat tinggal di sebuah Kampung besar yang bernama Jembarngalah, sedangkan Wisesa bertempat tinggal di sebuah kampung kecil bernama Jamanngalah. 

Pertanyaan pertama diajukan oleh Wisesa yang kemudian dijawab oleh Buana. Adapun pertanyaan itu berbunyi.? Ketika hidup di dunia bagaimana asal muasalnya dan bagaimana kita lahir dari orang tua itu?? 

Kata Buana, kita berada di tujuh alam, dan melalui tujuh alam itu kita lahir ke dunia. Ketujuh alam itu adalah alam akhadiat, alam wahdat, alam wahidiat, alam arwah, alam ajam, alam missal, dan alam insane kamil?. 

Selanjutnya Buana mengajukan pertanyaan kepada Wisesa yang isinya, ?Apa yang akan ditempuh oleh orang yang akan meninggal dunia?? Wisesa menerangkan bahwa jalan yang akan ditempuh oleh orang yang akan matimelalui tujuh alam yang berlambangkan dalam tubuh kita sendiri yaitu lidah, telinga, hidung, mata, kulit, otak dan kemaluan. Kepada tujuh anggota badan itulah kita mengabdi selama hidup. 

Karena kesenangan di akherat nanti sangat tergantung pada penggunaan ketujuh anggota badan itu, yaitu apakah diabdikan kepada kehidupan duniawi saja ataupun bagi kepentingan hidup di akherat nanti, maka Wisesa memberi nasehat agar kita jangan terlalu mementingkan kehidupan di dunia saja. 

Pertanyaan selanjutnya yang diajukan oleh Wisesa setelah menajwab pertanyaan Buana,? Apa yang dapat dibawa dari kehidupan di dunia untuk kepentingan hidup di akherat nanti? Buana menerangkan bahwa ada lima hal pekerjaan di dunia, yaitu yang dilakukan oleh mata, hidung, telinga, mulut dan otak. Kelima pekerjaan itu seperti dilambangkan oleh Rukun Islam. Keterangan mengenai Rukun Islam oleh Buana dijelaskan dengan panjang lebar. 

Nasehat-nasehat dari dua orang kakak beradik itu sangat penting buat kita yang pokoknya dalam hidup itu kita harus saling asah, saling asuh dan saling asih.

Fri, 4 Jun 2010 @18:45

Tokoh Yg Terlupakan !
image

Mama Raden Kiayi Haji Syamsudin


Dari beliaulah lahir beberapa pesantren terkenal di Kab.Garut terutama di Kec. Limbangan & selaawi, Salah satunya Pesantren Assunan, Kudang, Ciseureuh, & Cikeused
Menu Utama

 

Aktifkan RBT Muslim Bersaudara-D'Sunan. Dgn cara Telkomsel ketik symp08 sms ke 1212. Indosat ketik symp08 sms ke 808. XL / AXIS ketik symp08 sms ke 1818

 

Peresmian Mesjid Darul Muhtadin Pontren Assunan Padaleman Sunan Pancer Limbangan Garut 10/02/2012

Kontak AdminWeb Klik Disini

        Photo Bupati Garut

Bookmark and Share

SLINK
Copyright © 2018 Yayasan Assunan Limbangan · All Rights Reserved
RSS Feed