google webmaster tools,

Naskah - Naskah Bulukan Karawang?

Ratusan Naskah Kuno Berceceran
Ditulis pada Daun Lontar dan Bekas Kepompong

AJI Jannah (61) memperlihatkan naskah kuno leluhurnya yang ditulis
pada bambu lontar di kediamannya, Kp. Ranggon, Desa Ciranggon, Kec.
Majalaya, Kab. Karawang, Kamis (3/6). Naskah tersebut telah dipindai
dan dikirim ke Belanda, karena tidak ada yang bisa menerjemahkannya di
Indonesia.* DEWIYATINI/"PR"

KARAWANG, (PR).-
Ratusan naskah kuno di Kabupaten Karawang masih berada di tangan
sejumlah masyarakat setempat. Dengan adanya hal itu, Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Karawang menginventarisasi sekitar tiga ratus
naskah kuno yang masih berceceran.

Kepala Seksi Sejarah dan Seni Tradisional Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kabupaten Karawang Firman Sofyan menyebutkan, pihaknya
masih menginventarisasi tiga ratus naskah kuno tersebut.

Menurut dia, naskah-naskah itu merupakan warisan dari leluhur
masyarakat yang memilikinya. Meskipun demikian, Pemkab Karawang belum
meminta naskah kuno itu kepada pemegangnya. "Kami masih mencatat jenis
naskah kuno tersebut," kata Firman, Kamis (3/6).

Sebagian besar dari naskah kuno itu berupa tulisan Sunda kuno, Arab
kuno, dan Jawa kuno. Isinya, ucap Firman, merupakan sastra, sejarah,
dan primbon. Naskah-naskah itu ada yang ditulis pada daun lontar dan
bekas kepompong.

Firman menyebutkan, ke depannya ada kemungkinan untuk meminta naskah
itu kepada pemegangnya. Namun, dia tidak tahu adanya kompensasi kepada
pemilik. Sementara itu, untuk mempelajarinya, Firman dan sejumlah ahli
mendatangi pemilik. "Kami menelitinya di rumah pemilik naskah kuno,"
ujar dia.

Di Kampung Ranggon Desa Ciranggon Kec. Majalaya Kab. Karawang
misalnya, tersimpan puluhan naskah kuno yang disimpan oleh Aji (61),
salah seorang tokoh warga setempat.

Ditawar Rp 150 miliar

Menurut Aji, puluhan naskah itu belum bisa diterjemahkan walaupun lima
belas ahli purbakala telah datang dan mencoba membacanya. Naskah itu
kebanyakan ditulis di atas daun lontar. "Sebagian naskah telah di-scan
dan dikirim ke Belanda untuk diterjemahkan," kata Aji.

Dia menceritakan naskah itu dititipkan oleh leluhurnya secara
turun-temurun. Aji mene-rima titipan tersebut dari ayahnya, Dama pada
1979. Aji merupakan generasi keenam yang menjaga naskah itu.

Naskah itu dia pelihara de-ngan telaten menggunakan minyak kemiri
seminggu sekali. Aji pun tidak pernah berniat memberikan atau menjual
naskah itu kepada siapa pun. "Saya sudah janji kepada leluhur untuk
terus menjaganya," ucap lelaki yang meng-aku salah satu naskahnya
sempat ditawar Rp 150 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Karawang
Acep Jamhuri mengatakan, pihaknya masih kesulitan dengan tempat
pe-nyimpanan naskah jika naskah itu dikumpulkan dari para pemegangnya.
Pasalnya, hingga saat ini Pemkab Karawang belum memiliki museum yang
cukup luas untuk menyimpan barang peninggalan sejarah.

Ke depan, Pemkab Karawang berencana membangun Museum Tarumanegara yang
letaknya di Alun-alun Karawang. Di dalam bangunan tersebut akan
dipajang barang-barang peninggalan sejarah yang ditemukan di Karawang.
(A-153)***

web:  http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=143013

Fri, 4 Jun 2010 @11:02

Tokoh Yg Terlupakan !
image

Mama Raden Kiayi Haji Syamsudin


Dari beliaulah lahir beberapa pesantren terkenal di Kab.Garut terutama di Kec. Limbangan & selaawi, Salah satunya Pesantren Assunan, Kudang, Ciseureuh, & Cikeused
Menu Utama

 

Aktifkan RBT Muslim Bersaudara-D'Sunan. Dgn cara Telkomsel ketik symp08 sms ke 1212. Indosat ketik symp08 sms ke 808. XL / AXIS ketik symp08 sms ke 1818

 

Peresmian Mesjid Darul Muhtadin Pontren Assunan Padaleman Sunan Pancer Limbangan Garut 10/02/2012

Kontak AdminWeb Klik Disini

        Photo Bupati Garut

Bookmark and Share

SLINK
Copyright © 2018 Yayasan Assunan Limbangan · All Rights Reserved
RSS Feed