google webmaster tools,

Kerajinan Bambu di Garut

1. Kerajinan Bambu

Garut memiliki banyak sekali farietas bambu dengan sebaran tumbuh yang sangat luas dihampir seluruh wilayah Garut. Ada 2 bentuk kerajinan bambu yang terdapat di Kec. Selawi yaitu Anyaman dan Sangkar Burung yang sudah punya nama dikalangan pecinta burung kicau.
Industri Kerajinan Bambu
Unit Usaha : 2. 730 unit
Tenaga kerja : 10. 720 orang
Kapasitas per tahun : 461. 805 kodi ( anyaman)
299. 502 buah ( sangkar burung)
Nilai investasi : Rp. 1. 092. 000. 000
Nilai produksi : Rp. 32. 000. 000. 000
Negara tujuan ekspor : -

Sebanyak 2. 600 kepala keluarga ( KK) atau sekitar 3. 800 jiwa dari jumlah penduduk keseluruhan 3. 900 KK atau 5. 875 jiwa dari tujuh kampung di Desa Putrajawa, Kec. Selaawi, saat ini mengalami rawan daya beli. Hal itu terjadi sebagai dampak kemarau panjang beberapa waktu lalu. Mereka berada di Kampung Burujul, Cikakak, Cikuya, Depok, Lemburtengah, Lemburkulon, dan Babakan Awi.

Beruntung keadaan mereka tidak separah warga Garut lainnya yang mengalami rawan pangan dan daya beli seperti di Kec. Pakenjeng atau Cisewu yang sampai mengonsumsi bubur, pisang muda, dan gadung. Namun begitu, ribuan penduduk Putrajawa tersebut sejak sebulan terakhir terpaksa mengonsumsi nasi hanya satu kali sehari karena tak memiliki cukup uang lagi untuk membeli beras.

Menurut Ketua Dewan Keluarga Masjid ( DKM) Al- Barokah Kp. Burujul, Rachmat, S. Ag. , M. Si. didampingi Kepala Dusun, Ipin Solihin, Rabu ( 7/ 2) , mereka yang rawan daya beli itu kebanyakan sebagai buruh tani dan sebagian lainnya buruh menganyam perabotan rumah tangga. Tidak sedikit di antara mereka merupakan janda jompo.

Rachmat menyebutkan, sebagian besar dari sebanyak 3. 900 KK atau 5. 875 jiwa penduduk Desa Putrajawa terbilang keluarga miskin. Bahkan, tak sedikit rumah tinggalnya dibangun melalui bantuan masyarakat secara gotong royong.

Perut buncit

Menurut Rachmat, areal pertanian dilanda kekeringan dan tak bisa ditanami serta kondisi penjualan hasil anyaman yang menurun membuat mereka kehilangan penghasilan, untuk menutupi kebutuhan sehari- harinya.

Hal senada dikatakan Ipin Solihin. Menurutnya, sebagian besar areal pertanian di Desa Putrajawa lahan tadah hujan yang hanya bisa diolah pada saat musim hujan. “Beras raskin memang ada, tapi tak bisa menolong kebutuhan warga terhadap beras lebih lama”, imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang penduduk Kp. Lembur Tengahkulon, Desa Putrajawa, Johan Abdullah ( 7) , menderita perut buncit dan susah buang air besar. Untuk buang air besar, terpaksa mesti digurah air sabun yang dipompakan ke lubang anusnya. Hal tersebut dijalaninya sejak masih bayi.

Sepintas, penyakit yang diderita anak kedua dari empat bersaudara pasangan Dadin ( 40) dan Ny. Iah ( 30) itu mirip busung lapar. Pasalnya, bagian perutnya terlihat membuncit, kedua pasang kaki dan lengannya juga relatif kecil. Ditambah bola matanya sayu, kurang bergairah.

Menurut Dadin, sesuai hasil pemeriksaan pihak RS dr. Slamet setahun lalu, anaknya itu dinyatakan menderita kejang usus.

A. Kerajinan anyaman bambu Desa Pasir Waru- LimbanganGarut

Meskipun hasil kerajinan tempat makanan dari anyaman bambu, seperti besek, saat ini sudah mulai banyak digantikan produk buatan pabrik, sejumlah perajin yang membuat barang tersebut ternyata masih mampu bertahan. Di antara sedikit pengrajin besek yang sampai saat ini masih bertahan, tinggal di Desa Pasirwaru. Salah satu Desa pengrajin besek yang bisa Yang bias anda temui.

Warga desa Pasir waru itu mengaku, meskipun saat ini sudah banyak produk pabrik yang menggantikan fungsi besek, barang hasil keterampilannya tidak terlalu sulit dipasarkan. Menurut Warga, dalam sepekan ia dapat menyelesaikan 100 sampai 200 pasang besek, dengan ukuran 18 x 18 centimeter. Warga juga mengaku, harga satu pasang besek, biasanya sekitar Rp 300.

Selain membuat besek, Warga desa pasirwaru seperti pengrajin anyaman bambu lainnya yang ada di desa itu, juga bisa membuat beragam produk kerajinan yang lain, seperti alat penutup kepala berupa caping, wakul, tempat sampah, tempat pakaian kotor, tas, tempat bumbu dapur, dan tusuk sate.

Dari banyak jenis kerajinan dari bambu tersebut, salah satu warga mengatakan barang paling banyak diminta pasar adalah besek dan tusuk sate. Meski waktu pembuatannya cukup lama, para pengrajin pun tidak pernah menolak pesanan.

" Biasanya kalau dapat pesanan cukup banyak dari orang yang mau punya hajat, kami kerjakan secara bersama- sama dengan warga lainnya yang juga membuat besek. Mereka kerjakan di rumah masing- masing, kalau sudah jadi baru dikumpulkan.

B. Pemasaran terbatas
Berbeda dengan besek yang sering dibuatnya, hasil kerajinan bambu lainnya seperti tempat sampah dan caping, jarang dia buat. Pasalnya, pemasaran barang tersebut terbatas. " Kalau ada orang yang pesan, baru para pengrajin buat.

Sementara itu, menurut perajin lainnya di desa pasirwaru, hasil kerajinan yang paling menguntungkan adalah tusuk sate. Dijelaskan, selain tidak rumit, pemasarannya juga relatif mudah. Dalam sehari, rata- rata ia bisa membuat seribu batang tusuk sate yang dijual seharga Rp 600- Rp 700. Juk/ ip

2. Kerajinan Anyaman Desa Pasir waru - Garut Perlu Dipromosikan

Keranjang sebenarnya hanya salah satu dari berbagai macam bentuk dan jenis kerajinan asal Pengrajin desa pasirwaru yang dipajang di pasaran. Tampak juga mendominasi gantungan yang terbuat dari kayu mahoni dengan ukir- ukiran khas Pengrajin desa, bentuk lain yang bahan bakunya berasal dari batu tambang.
Begitu pula halnya dengan kerajinan dari kayu mahoni dan tumbuhan etak. Pasar kerajinan jenis ini sudah merambah pasaran kota dan permintaannya didominasi oleh kota- kota luar
Kendala
Guna memenuhi permintaan baik kerajinan Anyaman maupun kayu dari kota- kota yang yang meminta pesanan, setiap bulannnya warga desa pasir waru mengaku harus mengirim setidaknya setengahnya dari pesanan, besar dan kecil barang kerajinan nya. Namun, tidak semua permintaan dipenuhi karena keterbatasan pekerja. Untuk membantu terealisasinya permintaan tersebut, walau desa pasirwaru dominant dengan para pengrajin namun ada juga dari para pengrajin yang menginginkan utuk membuat kerajinan dengan cara dibayar lepas.

Sulitnya mencari baha yang sesuai dengan pesanan.
“Di sini sudah sangat jarang. Kalau mau menanam lagi butuh waktu yang lama. Dengan kondisi karyawan dan bahan baku yang cukup, mungkin seluruh permintaan dapat dipenuhi,
Lebih penting lagi, persoalan pengiriman barang juga menjadi kendala. Saat ini belum ada fasilitas di Desa pasirwaru yang dapat mempermudah pengiriman barang seperti pengiriman dalam bentuk puso.
Fasilitas tersebut menurutnya hanya ada di jalan limbangan sebagai sebagai jalan utama, sehingga menyebabkan biaya tinggi akibat penambahan biaya pengiriman.
Akan tetapi, persoalan terpenting dari semua persoalan yang ada, kata masyarakat, adalah minimnya promosi kerajinan- kerajinan di desa pasirwaru ini secara umum oleh Dinas Pariwisata setempat. Untuk pameran saja, mereka harus mencari tahu sendiri.
Dengan sendirinya, biaya pameran yang tergolong tinggi bagi para perajin pun harus ditanggung sendiri. “Selama ini yang menjadi buyer kami adalah penduduk yang ada di kota yang kebetulan berkunjung ke desa kami,” kata Salah satu warga

2. 1. Anyaman
Berbagai kerajinan anyaman di Desa pasir waru – selaawi garut merupakan komoditi potensial untuk dikembangkan. Kerajinan anyaman yang perkembangannya sangat signifikan antara lain adalah kerajinan anyaman Bambu. Kerajinan Anyaman bamboo ini perkembangannya sangat bagus. Perkembangan ini bukan saja dari nilai penjualannya tetapi juga berkembang jenis dan desainnya. Berbagai bahan dari Bambu seperti Bambu hitam, Bambu kuning, sangat menarik untuk dibuat produk kerajinan. Jenis kerajinan yang dihasilkan dari bahan baku ini antara lain berbagai tas, taplak meja, perlengkapan meja makan bahkan sampai kotak pakaian dan benda fungsional lainnya.

3. KERAJINAN ANYAMAN SIAP BERSAING DI PASAR GLOBAL

<!--[ if ! vml]-- > <!--[ endif]-- > Kawasan Sergai kaya akan daerah rawa- rawanya yang ditumbuhi rumput dan pandan, bahan baku kerajinan anyaman. Jika anda singgah di Desa Pasir waru pasti akan melihat banyak hasil kerajinan anyaman yang dijual selain tentunya Dodol Garut. Desa pasirwaru memang dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan anyaman di Garut. Setidaknya menurut data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi sergai ada sekitar 30- an kelompok pengrajin anyaman yang tersebar diseluruh kabupaten. Umumnya berada dipesisi kota tempat dimana bahan baku berupa Bambu dan bahan pengrajin lainnya. Di daerah Garut ada beberapa desa yang menjadi sentra industri kerajinan ini antara lain desa Pataruman, Putra jawa, dan Pasirwaru. ”Kita punya sentra industri kecil di Garut yang membina para pengrajin ini, ” katanya. pengjarin untuk mengembangkan usahanya. Beberapa produksi kerajinan anyaman yang dihasilkan antara lain, tikar ( dengan berbagai motif) , keranjang, baki ( tatakan) , tas, sendal, dompet, tempat hp dan berbagai macam perlengkapan rumah tangga lainnya.

Para pengrajin ini umumnya adalah para petani yang memanfaatkan waktu luang untuk menambah pendapatan keluarga. ”Para pengrajin ini tidak secara khusus mengerjakannya, apalagi memang keahlian menganyam diperoleh turun temurun,” kata Salah satu warga. Masalah klasik dalam mengembangkan kerajinan ini adalah pemasaran. Di garut sendiri telah berupaya dengan ikut serta dalam berbagai kegiatan pemeran baik lokal maupun nasional. ”Kita masih mengandalkan pasar lokal, kecuali beberapa produk yang memang sudah menembus berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung dan Tasik,” tandasnya. Agar dapat menjadikan kerajinan ini sebagai peluang bisnis bagi pengrajinnya, instansi ini terus melakukan berbagai pelatihan seperti manajemen, teknik penggunaan alat serta peningkatan kualitas. ”Kita berharap kerajinan ini bisa diandalkan sebagai peluang bisnis bagi mereka, Dari segi kualitas menurut Warga, hasil yang dikerjakan para pengrajin saat ini mampu bersaing dengan produk- produk sejenis dari daerah lain. Karenanya instansinya sangat terbuka untuk bekerjasama dengan pihak- pihak yang mau mengekspor kerajinan ini ke mancanegara. ”Dengan bahan baku yang melimpah kita siap memenuhi pesanan yang diminta.

Tokoh Yg Terlupakan !
image

Mama Raden Kiayi Haji Syamsudin


Dari beliaulah lahir beberapa pesantren terkenal di Kab.Garut terutama di Kec. Limbangan & selaawi, Salah satunya Pesantren Assunan, Kudang, Ciseureuh, & Cikeused
Menu Utama

                   

Loading


Peresmian Mesjid Darul Muhtadin Pontren Assunan Padaleman Sunan Pancer Limbangan Garut 10/02/2012

A ssunan R adio F M.

              

        Photo Bupati Garut



 

Bookmark and Share




SLINK
Copyright © 2014 Yayasan Assunan Limbangan · All Rights Reserved
RSS Feed