google webmaster tools,

Kenapa Halaqah Ulama NU Nyatakan Sikap, Said Aqil Siradj Sesat

 

Dari lima tuntutan Halaqah Ulama NU di Pesantren Al-Hidayah, Batang Jawa Tengah, 16 Mei 2016, tuntutan terpenting ini:

  1. Menuntut KH Said Agil Siraj, untuk mengundurkan diri dari Ketua Umum PBNU, karena tidak dipilih sesuai ketentuan organisasi dan telah terbukti menyelewengkan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah melalui beberapa penelitian ilmiah.
  2. Menuntut  agar kepengurusan PBNU  dibersihkan dari PKI, Liberal dan Syi’ah.

Selengkapnya, halaqoh nasional ulama pondok pesantren itu menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Meminta para ulama pesantren untuk terus berjuang meneguhkan paham Ahlussunnah Wal jama’ah.
  2. Mengajak para ulama pesantren untuk mengkritisi dan memberi sumbangsih perbaikan bangsa.
  3. Melanjutkan agenda pemilihan Rois ‘Am & Ketua umum yang belum dilaksanakan dalam muktamar ke-33
  1. Menuntut KH Said Agil Siraj, untuk mengundurkan diri dari Ketua Umum PBNU, karena tidak dipilih sesuai ketentuan organisasi dan telah terbukti menyelewengkan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah melalui beberapa penelitian ilmiah.
  2. Menuntut  agar kepengurusan PBNU  dibersihkan dari PKI, Liberal dan Syi’ah.

Batang, 16 Mei 2016.

Pembaca ; KH. Sulton Syair (Pengasuh PP. Al Hidayah)

Dihadiri:
Ketua PWNU Jateng KH. DR Abu Hafsin, Dr. KH. Adnan,  KH. Aziz Mashuri (Jombang)m  Utusan PP. Sidogiri, PP. Sal Syaf Sukorejo Situbondo, PP. Buntet Cirebon, PP. Cipasung, Ulama Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. https://www.nahimunkar.com/halaqah-ulama-nu-tuntut-agil-siraj-mundur-pbnu-bersihkan-pki-liberal-dan-syiah/

Said Aqil Siradj Sesat

said aqil

Said Aqil Siradj ditegaskan dalam pernyatan: “telah terbukti menyelewengkan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah melalui beberapa penelitian ilmiah.”

Pernyataan “terbukti menyelewengkan ajaran” itu sama dengan sesat secara sengaja. Dalam bahasa gampangnya, sesat lagi menyesatkan, yang dalm hadits dinyatakan dhalluu fa adhalluu (sesat lag menyesatkan). Sebagaimana dalam hadits shahih:

«إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا»

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah mencabut ilmu secara sekaligus dari dada manusia. Akan tetapi, Allah mencabut dan mengangkat ilmu itu dengan mewafatkan para ulama. Ketika para ulama wafat dan tidak tersisa orang ulama pun (di tengah-tengah manusia yang mengajarkan kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar), maka manusia mengambil pemimpin-pemimpin yang jahil-tidak mengerti agama (tidak mengerti halal dan haram, tidak tahu hak kewajiban), Maka mereka pun ditanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat (dari jalan yang lurus) dan menyesatkan (orang lain).”

Hadits yang shahih, diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam Shahih mereka berdua, dari hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma. (terjemahan radiorodja.com).

Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam sangat khawatir terhadap aimmah mudhilliin, imam imam yang menyesatkan. Ada peringatan yang datangnya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى الأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ ».

Dari Tsauban, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang aku takuti (bahayanya) atas umatku hanyalah imam-imam/ pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR Ahmad, rijalnya tsiqot –terpercaya menurut Al-Haitsami, juga dikeluarkan oleh Abu Daud, Ad-Darimi, dan At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits Shahih. Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah berkata, isnadnya shahih atas syarat Muslim).

 Said Aqil Siradj Membela Syiah

Dlam berbagai kesempatan, Said Aqil Siradj membela aliran sesat syiah. Bahkan sampai menggoblok-goblokkan warga nahdliyin (NU) yang tidak tahu syiar syiah (Karbala Arba’in).

Said Aqil Siradj Sebut Goblok Warga NU yang Tidak Hidupkan Syiar Syiah

Posted on Des 18th, 2014, nahimunkar.com

Dalam salah satu ceramah tertutup, Said Aqil Siradj, menampakkan dengan jelas keyakinannya tentang Syiah. Hal ini berbeda dengan sikapnya di hadapan publik yang selalu membantah dirinya Syiah.

Di hadapan jamaah, Ketua Umum PBNU ini, mengajak agar jangan sampai peringatan Asyura dan Arba’in Imam Husein ditinggalkan, karena menurutnya hal itu adalah al-baqiyaat al-shalihaat, perkara shalih yang tersisa.

Selain itu dia juga mengajak untuk selalu mengenang Syuhada Karbala’. Bahkan mengatakannya sebagai shoutul haq, suara kebenaran. Dimana semua ini merupakan Syi’ar aliran sesat Syiah.
bukti videonya :

https://www.youtube.com/watch?v=EamNDG6i_BQ

Yang lebih menyakitkan, ketika dia menyebut GOBLOK warga nahdliyyin yang tidak mengenal dan menghidupkan syiar-syiar aliran sesat Syiah ini. (Ibnu Ahmad/lppimakassar.com). https://www.nahimunkar.com/said-aqil-siradj-sebut-goblok-warga-nu-yang-tidak-hidupkan-syiar-syiah/

Halaqah Ulama NU tentunya prihatin dengan penyesatan dari Said Aqil Siradj

Halaqah Ulama NU tentunya prihatin dengan penyesatan dari Said Aqil Siradj ketua umum PBNU itu. Karena syiah yang jelas-jelas rukun Islamnya beda dengan rukun Islam ahlus Sunnah, dan rukun iman syiah beda dengan rukun iman yang ditegaskan Nabi saw; namun justru Said Aqil Siradj bela.

Rukun Islam dan rukun iman-nya syiah menekankan imamah dan wilayah mengenai kepemimpinan model syiah yang merupakan pokok dasar, hingga siapa saja yang tidak mengimaninya maka dianggap kafir musyrik.

Dari sini, ketika Said Aqil Siradj membela syiah, maka dia sama dengan membela kelompok takfiri, yang mengkafirkan Ahlus Sunnah karena tidak mengimani al- imamah dan alwilayah produk syiah.

Said Aqil Siradj memposisikan dirinya dalam sikap yang ekstrim sesat, setidaknya dalam dua posisi.

Satu : Ketika Said Aqil Siradj membela syiah, dia duduk sebagai pembela kelompok yang mengkafirkan Ahlus Sunnah karena tidak mengimani al imamah dan alwilayah produk syiah. Ahlus Sunnah dituduh oleh syiah sebagai kafir musyrik.

Dua: Ketika Said Aqil Siradj mebela jago jago kafir (walau tidak disebut, namun masyarakat umum tahu, Hary Tanoe dan Ahok adalah orang-orang kafir yang mencalonkan diri untuk jadi pemimpin di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim bahkan terbesr di dunia). Said Aqil Siradj berani mendukung jago kafir bahkan sampai menlikung ayat. Itu kesesatan ekstrim berbalikan dengan ketika Ssaid Aqil Siradj membela syiah. Mendukung jago kafir itu ekstrim longgar (sampai orang kafir yang haram diangkat jadi pemimpin pun didukung, jadi itu ekstrim longgar). Sebaliknya ketika membela syiah, Said Aql Siradj sama dengan sampai mengkafir musyrikkan orang beriman hanya karena syiah memvonis kafir bagi yang tidak mengimani al imamah dan al-wilayah produk syiah. Itu sikap ekstrim sangat sempit.

Tentang membela jago kafir, mari kita simak berikut ini.

Demi Membela Jago Kafir, Said Aqil Siradj Berani Menlikung Ayat

Sebagian klarifikasi SAS yang beredar di video, mengenai memilih pemimpin.

Said Aqil Siradj menjawab tentang ayat larangan memilih pemimpin kafir.

Said mengatakan, ada ayat,

{ لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ} [آل عمران: 28]

  1. Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin.[Al ‘Imran28]

Kata Said Aqil Siradj: “Itu konteksnya kalau ada pemimpin yang memenuhi syarat. Jadi kalau ada dua calon, muslim – non muslim, sama-sama memenuhi syarat. Sama2 mempunyai kapasitas, kapabelitas, mempunyai akhlaq integritas yang baik, sama-sama orangnya mampu, adil, bersih; maka kita harus mendahulukan yang muslim, harus itu. Jangan sampai kita mengangkat yang non muslim. Tapi kalau kira2 yang muslimnya semuanya blepotan, hanya ada yang adil yang kira2 pantas jadi pemimpin kapasitasnya dan integritasnya maksimal baik (itu) non muslim, yang muslimnya kurang memenuhi syarat, tidak memenuhi syarat, maka pilihlah yang adil ini. Di dunia. Ini masalah dunia, ini saya katakan. Walau di akherat, urusan akherat yang muslim masuk surga dapat pahala lah dari imannya, yang (non) muslim akan dapat sanksilah dari kekufurannya.”

Demikian petikan dari sebagian klarifikasi SAS yang beredar di video, mengenai memilih pemimpin.

Perlu kita pertanyakan. Said Aqil membatasi ayat itu, landasannya dari mana? Dari urusan dunia, katanya? Bukankah ketika larangan itu ditegaskan, memang mengenai kepemimpinan di dunia? Kenapa kemudian SAS batasi bahwa ini urusan dunia, lalu ayatnya didebat?

Apakah Al-Qur’an melarangnya itu mengenai pengangkatan pemimpin di akherat?

Said mengakui adanya sanksi untuk non muslim di akherat atas kekufurannya. Lhah, kenapa SAS tidak mengemukakan bahwa berkilah-kilah ini tadi adalah akan mendapatkan sanksi pula di akherat atas sikap mendebatnya terhadap ayat?

Kalau bantahan SAS terhadap ayat itu diikuti, lantas apa gunanya ada ayat larangan itu? Karena walau yang kafir itu sudah terindikasi aneka macam keburukan pun oleh media-media busuk dan para pengusungnya tetap disebut lebih hebat dibanding calon yang muslim. Sedang ayat yang melarang pilih orang kafir sebagai pemimpin tersebut sudah bisa ditekuk oleh aneka sanjungan itu tadi, atas dalih dari SAS. Bukankah itu merupakan aba-aba untuk dua kejahatan besar?

Satu, membunuh karakter Muslim.

Dua, membunuh ayat Allah.

Betapa jahatnya!

Sebagai bandingan betapa beraninya SAS menlikung ayat, coba kita lihat ayat larangan orang mukmin menikahi wanita musyrikat.

{وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ} [البقرة: 221]

  1. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.[Al Baqarah221]

Apakah boleh dikilahi bahwa itu kalau wanita musyrik itu cantiknya sama dengan yang muslimah, hartanya sama, secara keturunan terhormatnya sama dan seterusnya, baru tidak boleh menikahi wanita-wanita musyrik. Tetapi kalau yang muslimahnya tidak secantik yang musyrik, tidak sekaya wanita musyrik, blepotan semua, … ya nikahi lah wanita yang musyrik itu. Ini kan urusan dunia. Adapun di akherat, nanti lelaki muslim yang menikahi itu tadi masuk surga karena keimanannya, sedang yang musyrikat itu tadi dapat sanksi karena kemusyrikannya. Boleh kah begitu?

Kalau jawabannya boleh, lantas apa gunanya ada larangan?

Jelas-jelas SAS sama dengan membantah ayat. Itupun demi membela jago kafir. Padahal, sudah ada penegasan dari Allah Ta’ala:

{وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ} [العنكبوت: 47]

Dan tiadalah yang mengingkari ayat-ayat kami selain orang-orang kafir [Al ‘Ankabut47]

{وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ} [العنكبوت: 49]

Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim [Al ‘Ankabut49]

{ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ} [لقمان: 32]

Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar [Luqman32]

وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٖ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلٗا مُّبِينٗا ٣٦ [سورة الأحزاب,٣٦]

  1. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata[Al Ahzab36]

Ekstrim Sempit Syiah

Adapun mengenai ekstrim sempit syiah yang mengkafir musyrikkan Ahlus Sunnah, silakan simak tulisan Bahrul Ulum dari Surabaya ini.

Syiah Itsna Asy’ariyah memahami istilah Imamah atau yang juga disebut wilayah sebagai bagian dari ushuluddin, atau salah satu rukun dari rukun agama.

Mereka meyakini Imamah sebagai ajaran primer dalam teologi dan ideologi, serta berposisi sebagai doktrin sentral yang mutlak diyakini penganutnya. Karena itu Imamah di kalangan Syiah sudah menjadi doktrin dan bagian dari rukun iman dan Islam yang penting.

Dalam al-Kafi, al-Kulaini menulis riwayat yang diafiliasikan kepada Abu Ja’far sebagai berikut; “Islam didasari atas lima perkara yaitu shalat, zakat, haji, jihad dan wilayah. Tidak ada suatu pun yang diserukan sebagaimana diserukan wilayah.” [Abi Ja’far Muhammad bin Ya’qub bin Ishaq al-Kulaini al-Razi, al-Kafi, Darul Kutub al-Islamiyyah, Teheran,  juz 2 hal. 18]

Imamah menurut Syiah adalah pengakuan terhadap kepemimpinan Ali bin Thalib dan keturunannya. Sebagaimana dikutip Muhammad Jawad al-Amili dalam “Miftakhul Karomati fi Syarh Qowaid Al-A’lamah”,Mu’asasah Nasrul Islam  Juz 2 hal.80, mengatakan:

“Iman menurut kami hanya terwujudkan dengan cara mengakui keimamahan Imam yang dua belas, kecuali bagi orang yang mati pada zaman salah satu dari mereka maka tidak disyaratkan beriman kecuali mengetahui Imam pada masanya dan masa sebelumnya.”

Al-Kulaini dalam kitabnya juga menyebutkan suatu riwayat, sebagai berikut: “Dari Abi Ja’far berkata:“…Tuntunlah orang yang sedang sakratul maut bacaan syahadat (persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah) dan wilayah (pengakuan atas kepemimpina Ali).” [Al-Kulaini Furu’ al-Kafi, 1/34]

Berdasar pemahaman ini,  Syiah mendudukkan Imamah pada urutan ke tiga dari rukun iman. Bahkan ajaran ini merupakan bagian paling mendasar yang seakan melebihi doktrin tauhid. Bangunan teologi mereka seluruhnya diperkuat dengan konsep ini.

Konsekwensi dari pemahaman ini yaitu amal setiap muslim akan sia-sia jika menolak wilayah atau Imamah Ahlul Bait. Segala amal perbuatannya tidak akan diterima Allah meskipun ia bersujud hingga patah tulang lehernya, jika tidak meyakini keimamamahan Imam Ali dan Ahlul Bait.

Dalam hal ini Al Kulaini menisbahkan sebuah riwayat dari Imam Ali Bin Thalib yang berkata:
“Tidak ada kebaikan di dunia kecuali satu dari dua orang, yaitu  seseorang yang selalu bertambah kebaikannya setiap hari dan seseorang yang menjelang kematiannya bertobat. Dan dimatikan dalam keadaan bertobat selalu bertaubat.  Demi Allah sekiranya ia sujud hingga patah tulang lehernya, tidak akan diterima amalnya kecuali mengakui wilayah ahlul bait. [Al-Kulaini, Furu’u  Al Kafi, Juz VIII, hal.128]

Atas dasar inilah kemudian Syiah tidak segan untuk mengkafirkan kelompok lain yang tidak mengakui keimamahan Ali dan Imam-imam keturunannya. Al-Majlisi mengutip perkataan Al-Mufid dalam kitab Al-Masail yang menjelaskan tentang kesepakatan kaum Syi’ah dalam mengkafirkan umat Islam yang mengingkari Imam :

“Syi’ah Imamiyyah sepakat bahwa orang yang tidak meyakini keimamahan salah satu dari para Imam dan mengingkari apa yang telah diwajibkan Allah SWT kepadanya dari kewajiban taat (kepada para imam), maka dia kafir, sesat dan layak kekal di neraka.”

Al-Majlisi menukil kitab “Kanzul karaji” hal 112, yang berbunyi:

“Siapa yg mengingkari mereka (Imam 12) atau meragukan mereka, atau mengingkari salah satu diantara mereka atau meragukan, atau membantu musuh-musuh mereka, atau salah satu diantara musuh-musuh mereka, maka dia adalah orang yang sesat lagi celaka, bahkan orang yang kafir.”

Bahkan Syiah tak segan-segan menghalalkan darah orang di luar kelompok mereka. Ulama Syiah, Yusuf Al-Bahrani berkata,  “Sesungguhnya pemutlakan muslim terhadap nashib (baca: ahlussunnah) bahwasannya tidak diperbolehkan mengambil hartanya dengan sebab Islam (telah melarangnya), maka itu telah menyelisihi apa yang dipahami oleh kelompok yang benar (baca: Syiah Rafidhah) baik dulu maupun sekarang (salaf dan khalaf) tentang hukum kafirnya nashib, kenajisannya, dan diperbolehkannya mengambil hartanya, bahkan membunuhnya.”  [Muhammad Baqir Al-Majlisi, Biharul Anwar, Mausu’a Al Wafa’, Beirut Libanon,  Juz 23 hal. 391]

Sikap mereka seperti itu karena keyakinan terhadap Imamah merupakan sesuatu yang mutlak sehingga barangsiapa yang mengingkarinya berarti kafir dan darahnya halal untuk dibunuh.

Model keyakinan seperti ini menjadi sumber epistemologi yang penting dalam bangunan keyakinan Syiah. Menurut mereka, siapapun yang beriman kepada Allah namun tidak beriman terhadap kepemimpinan Sayyidina Ali setelah Nabi SAW dan para Imam keturunan beliau, maka hukumnya sama dengan musyrik. (Bahrul Ulum  peneliti Inpas (Institute Pemikiran dan Peradaban Islam) Surabaya, Sunni-Syiah: Perbedaan Aqidah! https://www.nahimunkar.com/sunni-syiah-perbedaan-aqidah/)

Sikap Tegas terhadap para penyesat: Imam Kentut dan Pembela Syiah 

Seorang pemimpin seperti Said Aqil Siradj yang jadi ketua umum PBNU bahkan dua periode, merupakan sosok yang membawahi kelompok terbesar di negeri ini. Namun ketika dia justru bersikap di dua kubu ekstrim (ekstrim sempit syiah dan ekstrim longgar kafir), maka sikap Umat Islam dalam memandangnya harus kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bagaimana petunjuknya. Ternyata, Ada peringatan yang datangnya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى الأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ ».

Dari Tsauban, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang aku takuti (bahayanya) atas umatku hanyalah imam-imam/ pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR Ahmad, rijalnya tsiqot –terpercaya menurut Al-Haitsami, juga dikeluarkan oleh Abu Daud, Ad-Darimi, dan At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits Shahih. Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah berkata, isnadnya shahih atas syarat Muslim).

Oleh karena itu, pernyataan sikap Halaqah Ulama NU yang menegaskan kesesatan Said Aqil Siradj itu merupakan hal yang pantas dihargai. Sikap tegas seperti itupun telah ada di kalangan Kyai NU di antaranya kasus imam kentut sebagai berikut.

Gus Dur juga tercatat sebagai anggota DIAN (Dialog Antar Iman) yg berpusat di Univ Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah,  Gus Dur juga menjabat sebagai anggota Institute Shimon Peres, Lembaga Yahudi Terkemuka yg berpusat di Tel Aviv Israel, Protes mayoritas umat Islam kepada Gus Dur karena keanggotaannya di Shimon Peres Institute dicuekin Gus Dur, Meski pun fakta sejarah buktikan Shimon Peres adalah mantan PM Israel yg bertanggungjawab atas pembantaian puluhan ribu muslim Palestina (kalau gw sih orang islam dukung palestina, dia malah dukung yahudi)Gus Dur malah makin melawan pendapat mayoritas islam Indonesia dgn mengirimkan sejumlah kader2 NU ke lembaga2 pendidikan Israel (ini lebih gila lagi)

Sikap Gus Dur yg lukai umat Islam Indonesia dan dunia itu akhirnya menyebabkan beliau didamprat habis oleh sesepuh NU, KH Ali Maksum,  Selain dimarahi habis2an oleh KH Ali Maksum (pengasuh pondok pesantren krapyak Yogyakarta), KH As’ad Syamsul Arifin (Situbondo) juga marah besar pada Gus Dur,Hingga akhir hayatnya, KH As’ad tetap pertahankan sikap berlepas diri (bermufaroqoh) terhadap Gus Dur. Ga’ mau kenal dan komunikasi, , KH Asa’ad mengibaratkan Gus Dus yg Ketua PB NU sbg imam yg kentut sehingga keimamannya batal dan nahdliyin tdk boleh mengikuti Gus Dur, ,KH Asa’ad sdh pada sikap frustasi/ menyerah /angkat tangan karena tak mampu lagi menasihati Gus Dur agar kembali ke jalan yg benar, Tak kurang juga KH Ali Yafie mengundurkan diri dari kepengurusan NU karena protes dan marah besar pada kelakuan Gus Dur, Kemarahan terbesar KH Ali Yafie adalah saat Gus Dur menerima (karena mengajukan permintaan, red) dana yg berasal dari judi nasional, SDSB.(halal ga ya, dana NU dari perusahaan judi). Paman Gus Dur yakni KH Yusuf Hasyim pernah mengungkapkan keputus-asaannya dlm menasihati Gus Dur yg gemar berfikiran aneh dan miring. (Kontoversi Seputar Gus Dur, POSTED BY IRFAN NUR FAUZI ⋅ JULY 29, 2013 / irvanzi.wordpress.com)⋅ https://www.nahimunkar.com/pahlawan-pembela-pki-pengkhianat-bangsa-imam-kentut/

Imam kentut diikuti oleh pembela syiah dan jago kafir tampaknya menimbulkan pernyataan sikap halaqah Ulama NU yang bersuara tegas menolak pemimpin sesat lagi menyesatkan.

Kekhawatiran Nabi Muhmmad shallalahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya yang aku takuti (bahayanya) atas umatku hanyalah imam-imam/ pemimpin-pemimpin yang menyesatkan,”  menjadi kenyataan yang kasat mata. Semoga Allah melindungi kaum Muslimin yang memegangi Islam dengan istiqomahnya. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

Jakarta, Kamis 12 Saya’ban 1437H/ 19 Mei 2016

Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.com)

https://itunes.apple.com/id/album/symponi-islam-vol.-2/id991800382

Album " Muslim Bersaudara "  D'Sunan 2015
D'Sunan ad. group Musik Religi Progresif asal kota Limbangan Kab.Garut - Jabar Indonesia. Tahun berdiri malam rabu jam 9 malam 9 Desember 2014. Setelah sukses merilis album kompilasi Simphony Islam 2 melalui produsen Sebelas Studio & di distribusikan oleh Label Alfa Record Jkt. Kini sedang meliris album teranyar yaitu " Muslim Bersaudara ". - Judul Lagu. 1.  Muslim bersaudara  2. Sinar ilahi  3. Bersyukur  4. Indahnya berbagi  5. Ketika  6. Isi hati  7. Berdosa  8. Tuhan maha tahu - Dan ini ad. salah satu video klip dr album " Muslim Bersaudara " ==============================================================Aktifkan RBT / NSP  Muslim Bersaudara - D'Sunan. Dgn caraTelkomsel ketik symp08 sms ke 1212Indosat ketik symp08 sms ke 808XL / AXIS ketik symp08 sms ke 1818

Thu, 1 Dec 2016 @19:44


1 Komentar
image

Fri, 9 Jun 2017 @14:48

cream liyoskin

betul waspadalah nu adalah target utama di syiahkan


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+5+9

Tokoh Yg Terlupakan !
image

Mama Raden Kiayi Haji Syamsudin


Dari beliaulah lahir beberapa pesantren terkenal di Kab.Garut terutama di Kec. Limbangan & selaawi, Salah satunya Pesantren Assunan, Kudang, Ciseureuh, & Cikeused
Menu Utama

 

Aktifkan RBT Muslim Bersaudara-D'Sunan. Dgn cara Telkomsel ketik symp08 sms ke 1212. Indosat ketik symp08 sms ke 808. XL / AXIS ketik symp08 sms ke 1818

Pingin Cepet Kaya KLIK DISINI


Loading

 

Peresmian Mesjid Darul Muhtadin Pontren Assunan Padaleman Sunan Pancer Limbangan Garut 10/02/2012

Kontak AdminWeb Klik Disini

        Photo Bupati Garut


 

Bookmark and Share

 

SLINK
Copyright © 2017 Yayasan Assunan Limbangan · All Rights Reserved
RSS Feed